Perum Bulog mengundang mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia untuk meninjau langsung kondisi gudang beras di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/5/2026). Langkah ini dilakukan guna memperkuat transparansi sekaligus menjawab keraguan publik terkait stok pangan nasional. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa diajak melihat langsung ketersediaan beras hingga proses pengolahannya. Mereka menyaksikan alur dari gabah hingga menjadi beras siap konsumsi, termasuk sistem penyimpanan di gudang Bulog. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Berdasarkan pantauan di lokasi, tumpukan beras tampak menggunung dan nyaris menyentuh langit-langit gudang. Kondisi ini mencerminkan tingginya volume beras yang tersimpan di fasilitas tersebut. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, tingkat keterisian gudang telah mencapai 98 persen. Hampir seluruh ruang penyimpanan terisi, sehingga Bulog mulai menyewa gudang tambahan di wilayah lain. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Ia menjelaskan, Bulog telah menyewa gudang di Tangerang dan sejumlah wilayah di Banten dengan total kapasitas mencapai 140 ribu ton untuk mendukung kebutuhan penyimpanan di DKI Jakarta dan sekitarnya. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Dengan kapasitas total 355 ribu ton, volume beras di Gudang Kelapa Gading kini mendekati batas maksimal, yakni sekitar 350 ribu ton. Kondisi ini menunjukkan melimpahnya stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Secara nasional, stok beras Bulog mencapai 5,2 juta ton atau menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Mahasiswa yang hadir pun menilai kondisi tersebut mencerminkan upaya nyata pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan optimistis terhadap ketersediaan beras ke depan, termasuk menghadapi potensi El Nino. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

















































