Penampakan Pedagang Daging Usai Pemerintah Kerek Harga Acuan Sapi

4 hours ago 4
Seorang penjual daging sapi melayani pembeli di Pasar Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (23/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Kenaikan harga acuan sapi hidup mulai terasa di tingkat pedagang. Seorang penjual daging sapi tampak melayani pembeli di Pasar Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (23/4/2026), di tengah tren kenaikan harga komoditas tersebut. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pekerja merawat hewan ternak sapi di kandang peternakan sapi Betawi Muda, Petukangan, Jakarta, Kamis (23/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, resmi menaikkan Harga Acuan Penjualan (HAP) bobot sapi hidup sebesar Rp1.000 menjadi Rp59.000 per kilogram (kg). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Seorang penjual daging sapi melayani pembeli di Pasar Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (23/4/2026).

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di Pasar Cijantung, harga daging sapi di tingkat pedagang masih berada di kisaran Rp130.000–Rp140.000 per kg. Salah satu pedagang, Riski, menjual daging sapi seharga Rp140.000 per kg. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Seorang penjual daging sapi melayani pembeli di Pasar Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (23/4/2026).

"Untuk daging sapi bersih kita jual Rp140.000 per kilo, harga setelah lebaran malah belum turun." kata Arif kepada CNBC Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pekerja merawat hewan ternak sapi di kandang peternakan sapi Betawi Muda, Petukangan, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Di sisi hulu, pemilik peternakan sapi lokal di Jakarta, Latif, mengungkapkan harga sapi hidup saat ini sudah mencapai Rp60.000 hingga Rp75.000 per kg. Bahkan, ia memperkirakan harga tersebut berpotensi naik hingga Rp85.000 per kg pada tahun ini. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pekerja merawat hewan ternak sapi di kandang peternakan sapi Betawi Muda, Petukangan, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

"Jelang Idul Adha ini mau kita naik 30 persen sekitar Rp85.000 per kilo berat utuh" kata Latif kepada CNBC Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pekerja merawat hewan ternak sapi di kandang peternakan sapi Betawi Muda, Petukangan, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Menurut Latif, kenaikan harga dipicu oleh terbatasnya pasokan sapi jantan. Kondisi ini memaksa pemanfaatan sapi betina yang sebenarnya sudah layak konsumsi, namun berisiko mengganggu keberlanjutan produksi. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pekerja merawat hewan ternak sapi di kandang peternakan sapi Betawi Muda, Petukangan, Jakarta, Kamis (23/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Selain faktor pasokan, kenaikan harga juga dipengaruhi oleh meningkatnya biaya distribusi akibat inflasi bahan bakar minyak. Ancaman penyakit mulut dan kuku juga turut membayangi perdagangan sapi hidup. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pekerja merawat hewan ternak sapi di kandang peternakan sapi Betawi Muda, Petukangan, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Meski demikian, Latif menilai kenaikan harga sapi hidup belum terlalu berdampak signifikan terhadap harga jual daging di pasar, yang masih bertahan di kisaran Rp130.000–Rp140.000 per kg. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pekerja merawat hewan ternak sapi di kandang peternakan sapi Betawi Muda, Petukangan, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Ia menambahkan, dinamika global turut berperan, terutama konflik di Timur Tengah yang berdampak pada rantai pasok impor sapi hidup. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pekerja merawat hewan ternak sapi di kandang peternakan sapi Betawi Muda, Petukangan, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Sementara itu, Zulhas menegaskan pemerintah berupaya menahan kenaikan harga di tingkat konsumen guna menjaga daya beli masyarakat. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pekerja merawat hewan ternak sapi di kandang peternakan sapi Betawi Muda, Petukangan, Jakarta, Kamis (23/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) RI telah mengingatkan adanya potensi kenaikan harga sapi impor yang dapat menekan pedagang, khususnya di wilayah Jabodetabek. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Seorang penjual daging sapi melayani pembeli di Pasar Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (23/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Hal ini dipicu oleh peningkatan nilai tukar, biaya asuransi, serta ongkos penanganan (cost, insurance, and freight/CIF) yang mendorong kenaikan harga sapi saat tiba di Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|