Presiden AS Donald John Trump di Gedung Putih, Washington, Senin (23/2/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Penasihat kebijakan luar negeri untuk kampanye Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump, George Papadopoulos, mengatakan, pemerintahan Trump tidak memiliki kepentingan untuk berkonflik dengan Iran secara berlarut-larut. Dia mencatat, AS tak ingin perang hingga lebih dari tiga bulan.
"Bukan kepentingan Amerika jika perang ini berlangsung lebih dari tiga bulan dan itulah mengapa saya percaya tiga bulan, pada akhirnya, akan menjadi batas maksimal yang akan digunakan Amerika untuk terlibat dalam perang ini," kata Papadopoulos dalam sebuah wawancara dikutip dari Sputnik, Kamis (26/3/2026).
Papadopoulos juga menekankan, memperpanjang konflik dengan Iran untuk jangka waktu lebih lama tidak akan menguntungkan AS, Eropa, atau pun Israel. Termasuk, sambung dia, karena potensi dampaknya pada situasi politik domestik di Amerika menjelang pemilihan paruh waktu 2026.
Pemilihan paruh waktu di AS akan berlangsung pada 3 November 2026, di mana akan melibatkan pemilihan kembali seluruh Dewan Perwakilan Rakyat dan sepertiga dari Senat. Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Bahkan, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Khomeini ikut menjadi korban dalam serang mendadak itu. Iran pun membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik AS yang berada di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

7 hours ago
3














































