Harianjogja.com, SLEMAN— Minat calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi di DIY masih sangat tinggi pada tahun ajaran 2026. Sejumlah kampus ternama seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Islam Indonesia (UII) mencatat lonjakan pendaftar, baik melalui jalur nasional maupun seleksi mandiri.
Di UGM, jumlah pendaftar melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) mencapai 29.456 peserta. Dari jumlah tersebut, hanya 2.836 calon mahasiswa yang diterima, menunjukkan ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi negeri favorit.
Persaingan Ketat di Prodi Favorit
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Wening Udasmoro, mengungkapkan sejumlah program studi masih menjadi incaran utama calon mahasiswa. Prodi Kedokteran tercatat sebagai yang paling kompetitif di kelompok saintek dengan rasio 1:37. Artinya, dari 37 pendaftar hanya satu yang diterima.
Sementara di kelompok sosial-humaniora, prodi Akuntansi menjadi yang paling ketat dengan rasio 1:25. Tingginya rasio ini mencerminkan besarnya minat sekaligus ketatnya seleksi yang harus dihadapi calon mahasiswa.
“Tingkat persaingan di dua prodi ini menunjukkan tingginya minat calon mahasiswa terhadap program studi unggulan sekaligus ketatnya persaingan untuk dapat diterima,” ujar Wening.
Selain SNBP, UGM juga membuka jalur lain seperti SNBT dan seleksi mandiri. Total kuota mahasiswa baru yang disiapkan tahun ini mencapai 9.403 kursi, dengan distribusi 30% SNBP, 30% SNBT, dan 40% seleksi mandiri.
UGM juga menyediakan jalur internasional melalui International Undergraduate Program (IUP) dengan kuota 1.221 mahasiswa. Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM, Gandes Retno Rahayu, menilai persaingan di jalur ini juga tetap kompetitif.
“Ini kan baru SNBP yang sudah, IUP juga, bagus. Jadi tetap kompetitif,” ungkapnya.
PTS Ikut Naik, UII Catat Kenaikan Hampir 12%
Tren positif tidak hanya terjadi di perguruan tinggi negeri. Di kampus swasta seperti UII, jumlah pendaftar juga meningkat signifikan.
Rektor UII, Fathul Wahid, menyebutkan bahwa hingga pertengahan April 2026, jumlah pendaftar mengalami kenaikan sekitar 11,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah pendaftar naik, dibandingkan tanggal yang sama di 2026 dan 2025, ada kenaikan 11,9%,” jelasnya.
Meski demikian, sebagai Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah V DIY, Fathul mengaku belum ada data menyeluruh terkait tren Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di seluruh kampus swasta di Jogja.
“APTISI belum melakukan survei terkait PMB PTS. Saya belum punya data,” katanya.
Ia juga menyebut belum ada laporan resmi dari kampus swasta lain terkait perkembangan jumlah pendaftar tahun ini.
Dampak bagi Calon Mahasiswa
Tingginya jumlah pendaftar ini menjadi sinyal bahwa persaingan masuk perguruan tinggi, terutama di DIY, semakin ketat. Calon mahasiswa dituntut untuk lebih selektif dalam memilih program studi dan jalur masuk yang sesuai dengan kemampuan.
Di sisi lain, tren ini juga menunjukkan bahwa Jogja masih menjadi salah satu tujuan utama pendidikan tinggi di Indonesia, baik untuk kampus negeri maupun swasta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































