Perang Terbuka Negara Muslim Meledak, AS Terang-terangan Komen Begini

7 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) menyatakan dukungannya terhadap apa yang disebut sebagai "hak Pakistan untuk membela diri" menyusul eskalasi konflik dengan penguasa Taliban Afghanistan. Hal itu disampaikan pada Jumat, setelah Islamabad menyebut bentrokan kedua negara sebagai "perang terbuka".

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyebut Washington mendukung langkah Pakistan dalam menghadapi serangan dari Taliban Afghanistan, sebuah kelompok teroris global yang ditetapkan secara khusus.

"Amerika Serikat mendukung hak Pakistan untuk membela diri terhadap serangan dari Taliban," ujar juru bicara dalam pernyataan yang dikirim melalui email dikutip dari Reuters, Minggu (1/3/2026).

Diplomat AS Allison Hooker pada hari Jumat juga telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Amna Baloch untuk membahas situasi yang berkembang.

Di sisi lain, penguasa Taliban Afghanistan menyatakan kesiapan untuk bernegosiasi, setelah Pakistan melancarkan serangan udara yang menargetkan pasukan mereka di sejumlah kota besar.

Secara militer, Pakistan memiliki keunggulan signifikan termasuk kepemilikan senjata nuklir dan kekuatan tempur konvensional yang jauh lebih besar dibandingkan Afghanistan. Namun, Taliban dikenal memiliki pengalaman panjang dalam perang gerilya, yang ditempa selama puluhan tahun konflik, termasuk melawan pasukan pimpinan AS.

Pakistan merupakan sekutu utama AS di luar NATO. Sementara itu, Washington tetap mengklasifikasikan Taliban Afghanistan sebagai kelompok teroris.

Kekerasan terbaru dipicu oleh serangan udara Pakistan di wilayah Afghanistan akhir pekan lalu. Aksi tersebut memicu serangan balasan dari Afghanistan di sepanjang perbatasan pada Kamis, sehingga memperburuk ketegangan yang selama ini sudah memanas.

Pakistan menuduh Afghanistan melindungi militan Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP), atau Taliban Pakistan. Namun, Afghanistan membantah tudingan tersebut dan menyatakan bahwa Pakistan mengalihkan tanggung jawab atas kegagalan keamanannya sendiri.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan pihaknya menyadari peningkatan ketegangan dan pecahnya pertempuran antara Pakistan dan Taliban Afghanistan. AS menyampaikan keprihatinannya atas hilangnya nyawa dalam konflik tersebut.

Kedua belah pihak melaporkan kerugian signifikan. Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif bahkan menyebut situasi ini setara dengan "perang terbuka".

"Taliban secara konsisten gagal memenuhi komitmen kontra-terorisme mereka," kata Departemen Luar Negeri, seraya menambahkan bahwa "kelompok teroris menggunakan Afghanistan sebagai landasan peluncuran untuk serangan keji mereka."

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|