Perkuat Dukungan Pertanian di Klaten, Pemprov Jateng Gelontorkan Sejumlah Bantuan

3 hours ago 2

KLATEN — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menggelar panen raya komoditas padi, penyerahan bantuan alat pertanian, serta soft launching Pilar Jateng di area persawahan Desa Pugeran, Kecamatan Karangdowo, Jumat (21/8/2026). Kegiatan tersebut digelar untuk mendukung pencapaian swasembada pangan di Jawa Tengah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan panen raya menggunakan combine harvester oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah Defrancisco Dasilva Tavares.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Opik Mahendra, dalam laporannya menyampaikan panen raya tersebut sekaligus menjadi momentum soft launching Pilar Jateng. Pilar merupakan akronim dari Pemetaan Infrastruktur, Lahan, dan Irigasi Pertanian Berbasis Data Spasial.

Pilar dirancang untuk mengintegrasikan berbagai bentuk bantuan dan intervensi pembangunan pertanian melalui visualisasi pemetaan. Dengan sistem tersebut, pemerintah dapat mengetahui secara lebih jelas lokasi dan sebaran bantuan, termasuk titik pembangunan serta jaringan irigasi yang telah mendapatkan intervensi.

“Harapannya, dengan Pilar ini kita di pemerintahan bisa secara lebih utuh dalam menentukan lokasi maupun titik intervensi pembangunan. Kita bisa melihat mana lokasi yang bantuan-bantuannya menumpuk dan mana daerah yang mungkin sama sekali belum mendapatkan bantuan,” terang Opik berdasarkan keterangan tertulis Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Klaten.

Pada kesempatan tersebut, Pemprov Jateng juga mengalokasikan bantuan sektor pertanian senilai Rp4,23 miliar pada tahun anggaran 2026. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendorong optimalisasi lahan melalui peningkatan Indeks Pertanaman (IP).

Bantuan tersebut meliputi pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier sebanyak 12 unit senilai Rp2,1 miliar serta pembangunan irigasi perpipaan sebanyak dua unit senilai Rp188 juta.

Selain itu, Pemprov Jateng memberikan dukungan 39 unit alat dan mesin pertanian senilai Rp1,94 miliar. Bantuan tersebut terdiri atas rice transplanter, crawler tractor, traktor roda empat, hand tractor, cultivator, alat pengolah pupuk organik, dan hand sprayer.

Dukungan terhadap sektor pertanian juga diperkuat melalui alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Klaten. Alokasi tersebut meliputi urea sebanyak 22.500 ton, NPK 19.050 ton, ZA 34,55 ton, serta pupuk organik granul sebanyak 550 ton.

“Bantuan, fasilitasi, dan dukungan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat dukungan sarana dan prasarana pertanian, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani, khususnya di Kabupaten Klaten,” jelas Opik.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas berbagai dukungan, fasilitas, serta pendampingan yang telah diberikan kepada petani di Kabupaten Klaten.

“Kami mengucapkan terima kasih atas berbagai macam bantuan, fasilitas, dan pendampingan yang sudah dilaksanakan oleh Provinsi Jateng sehingga para petani dari Kabupaten Klaten kemudian tetap bisa bertahan di dunia pertanian dan bahkan insyaallah bersama-sama kita bisa mengembangkan pertanian di Kabupaten Klaten,” kata Hamenang.

Hamenang mengatakan pertanian merupakan salah satu sektor utama di Kabupaten Klaten. Ke depan, sektor tersebut tidak hanya perlu dikembangkan dari sisi produksi, tetapi juga diarahkan menjadi industri pertanian yang mampu meningkatkan kualitas, kuantitas, dan nilai tambah hasil pertanian.

Hamenang juga menekankan pentingnya regenerasi petani dengan mendorong keterlibatan generasi muda, termasuk generasi milenial dan Gen Z.

“Salah satu PR kita saat ini dan ke depan adalah bagaimana kemudian menarik anak-anak muda kita, baik itu Gen Z maupun milenial, untuk kembali ke dunia pertanian,” urai Hamenang.

Hamenang menegaskan Pemkab Klaten terus memperkuat kolaborasi dengan Pemprov Jateng dan seluruh stakeholder untuk mendorong kemajuan sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga mengapresiasi Kabupaten Klaten yang menjadi lokasi pelaksanaan panen raya sekaligus penyaluran bantuan sektor pertanian.

“Semoga ini menambah semangat kami di Kabupaten Klaten dalam rangka menjaga sawah kami tetap lestari, memastikan ke depan pertanian kami bisa berkembang, maju, dan membuat kesejahteraan warga masyarakat di Kabupaten Klaten bisa meningkat,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah Defrancisco Dasilva Tavares menjelaskan Kabupaten Klaten merupakan salah satu sentra produksi padi penting di Jawa Tengah. Pada periode Januari hingga Agustus 2026, produksi padi Kabupaten Klaten mencapai 267.381 ton gabah kering giling (GKG), meningkat 10,49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Produktivitas padi Kabupaten Klaten juga mencapai 5,6 ton per hektare, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Jawa Tengah sebesar 5,5 ton per hektare. Capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi Klaten dalam menopang produksi pangan Jawa Tengah.

“Panen adalah bukti bahwa kerja keras petani, dukungan pemerintah, penyuluh, sarana produksi, irigasi, mekanisasi, dan seluruh ekosistem pertanian dapat menghasilkan sesuatu yang nyata,” kata Tavares.

Tavares juga mengapresiasi para petani, kelompok tani, penyuluh, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang terus berkolaborasi dalam menjaga produktivitas pertanian. Ia mengajak seluruh jajaran pemerintah, penyuluh, pelaku usaha, mitra pembangunan, dan para petani untuk terus memperkuat kolaborasi.

Menurutnya, data perlu menjadi dasar dalam pengambilan keputusan, teknologi digunakan untuk mempercepat pelayanan, sementara kepentingan petani harus menjadi orientasi utama pembangunan.

“Dengan semangat Ngopeni Nglakoni, mari kita bangun pertanian Jawa Tengah yang semakin modern, produktif, berkelanjutan, berbasis data, dan berdaya saing,” kata Tavares. (Advertorial)

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|