Pertagas Catat 123 Juta Jam Kerja Selamat, Perkuat Budaya Keselamatan Operasional

15 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Keselamatan kerja menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keandalan operasional infrastruktur gas. PT Pertamina Gas (Pertagas) mencatatkan 123.312.070 jam kerja selamat tanpa kecelakaan kerja (zero accident) hingga Juli 2026 di seluruh wilayah operasinya.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Pertagas memperkuat penerapan Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE) sebagai fondasi operasional perusahaan. Penguatan budaya keselamatan dilakukan melalui keterlibatan pekerja sekaligus pemanfaatan teknologi digital dalam pengawasan dan pengelolaan aspek QHSE.

Direktur Keuangan dan Dukungan Bisnis Pertagas Arifin Ahmad mengatakan, penerapan keselamatan kerja tidak hanya berkaitan dengan perlindungan pekerja, tetapi juga menjadi bagian dari pengelolaan risiko operasional perusahaan.

“Pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh Perwira Pertagas yang konsisten mengimplementasikan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Lingkungan kerja yang aman dan sehat akan berdampak langsung pada produktivitas pekerja, sekaligus menjadi bagian dari strategi manajemen risiko jangka panjang bagi keberlangsungan operasional perusahaan,” ujar Arifin dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).

Menurut dia, konsistensi penerapan budaya K3 diperlukan untuk memastikan kegiatan operasional berjalan secara aman dan andal. Hal tersebut menjadi semakin penting bagi perusahaan yang menjalankan kegiatan di sektor infrastruktur energi dan gas.

Penguatan aspek QHSE Pertagas juga mendapat pengakuan melalui ajang Indonesia QHSE for Business Sustainability Awards (IQSA) 2026. Dalam ajang tersebut, Pertagas memperoleh empat penghargaan yang mencakup aspek budaya keselamatan, inovasi digital, dan kepemimpinan QHSE.

Pertagas memperoleh penghargaan The Best Safety Culture and Sustainability 2026 serta The Best QHSE Digital Innovation 2026. Sementara itu, Direktur Utama Pertagas Indra P. Sembiring memperoleh The Best CEO for Corporate QHSE Excellence 2026, sedangkan VP HSSE Pertagas Rotua Elyzabeth menerima The Best QHSE Leadership 2026.

Rotua mengatakan, keselamatan perlu ditempatkan sebagai bagian dari kebiasaan kerja sehari-hari, bukan sekadar pemenuhan target atau indikator teknis.

“Keselamatan dalam bekerja bukan sekadar imbauan atau capaian teknis yang bersifat sementara. Keselamatan harus menjadi budaya dan kebiasaan yang terus terjaga lintas generasi pekerja,” ujar Rotua.

Dia mengatakan, Pertagas akan terus memperkuat penerapan budaya keselamatan di seluruh wilayah operasi dengan melibatkan pekerja dan pemangku kepentingan terkait.

Pertagas merupakan bagian dari Subholding Gas PT Pertamina (Persero) yang bergerak pada sektor midstream dan downstream energi. Kegiatan usaha perusahaan antara lain mencakup transportasi gas dan minyak, penjualan gas dan LPG, penggunaan terminal, serta pengelolaan fasilitas energi.

Dengan penguatan aspek keselamatan dan QHSE, Pertagas menempatkan keandalan operasional sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan penyaluran energi, khususnya gas, di Indonesia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|