Warga Iran berjalan di depan foto Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei di Teheran, Ahad (19/4/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menegaskan dalam pesan tertulis pada Kamis bahwa Amerika Serikat telah dikalahkan dalam perang melawan Iran. Atas dasar itu, Teheran menentang ancaman Presiden Donald Trump untuk melakukan blokade perairan berkepanjangan.
“Hari ini, dua bulan setelah pengerahan militer dan agresi terbesar oleh para pengganggu dunia di kawasan ini, dan kekalahan memalukan Amerika Serikat, babak baru sedang berlangsung untuk Teluk [Arab] dan Selat Hormuz,” kata Khamenei dalam pesan yang dibacakan di televisi pemerintah seperti dilansir Al Arabiya.
Pesan dari Khamenei, yang belum muncul di depan umum sejak pengangkatannya pada 9 Maret sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru, disampaikan pada perayaan nasional tahunan Hari Teluk [Arab] di Iran.
Mojtaba Khamenei menjadi pemimpin tertinggi setelah AS dan Israel melancarkan kampanye serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan ayahnya dan pendahulunya, Ali Khamenei.
Pekan lalu, New York Times mengutip beberapa pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa Khamenei muda "terluka parah" dalam serangan tersebut tetapi tetap "berpikiran jernih."
Dalam pesannya pada Kamis, ia mengatakan pangkalan-pangkalan AS di wilayah tersebut bahkan tidak memiliki kapasitas untuk menjamin keamanan mereka sendiri. Apalagi memberikan harapan untuk mengamankan sekutu mereka.
Ia memuji apa yang disebutnya sebagai aturan baru Iran atas Selat Hormuz yang strategis, sebuah titik penting dalam jalur energi, sebagai cara buat membawa 'kenyamanan dan kemajuan' bagi negara-negara di kawasan tersebut.
Selat Hormuz telah menjadi titik konflik utama sejak pecahnya perang Timur Tengah. Iran hanya mengizinkan sedikit kapal untuk melewati jalur air tersebut.
Pekan lalu, seorang anggota parlemen senior mengatakan Teheran telah menerima pendapatan pertama dari tol yang dikenakannya di selat tersebut.
Khamenei memprediksi masa depan cerah bagi Teluk tanpa Amerika Serikat dan mengutuk apa yang ia sebut sebagai pihak luar.
Ia juga memuji rakyat Iran yang menurutnya "menganggap semua kapasitas nasional – identitas, spiritual, manusia, ilmiah, industri, dan teknologi canggih dari nano dan bio hingga nuklir dan rudal – sebagai modal nasional mereka."

3 hours ago
1
















































