Newswire Minggu, 20 September 2026 12:47 WIB

Ilustrasi hama ulat yang menyerang tanaman bawang merah./Dokumen Harian Jogja
Harianjogja.com, TEMANGGUNG— Petani di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan hama selama musim kemarau. Cuaca panas dan kering dinilai dapat mempercepat perkembangan sejumlah hama sekaligus meningkatkan risiko stres pada tanaman.
Imbauan tersebut disampaikan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung. Kondisi kemarau perlu menjadi perhatian terutama bagi petani yang membudidayakan tembakau, kopi, dan cabai.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto mengatakan sejumlah hama perlu diwaspadai petani selama kondisi cuaca panas dan kering.
Hama yang dimaksud antara lain wereng batang cokelat, kutu daun, ulat grayak, tikus serta penggerek batang.
"Kondisi cuaca panas dan kering dapat mempercepat perkembangan hama tersebut, sehingga berpotensi mengganggu pertumbuhan dan produktivitas tanaman," katanya, Sabtu (19/6/2026).
Petani Diminta Rutin Pantau Tanaman
Joko meminta petani melakukan pemantauan terhadap tanaman secara rutin. Langkah tersebut diperlukan agar gejala serangan hama dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan bisa segera dilakukan.
Pemantauan sejak dini menjadi penting karena serangan hama dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut juga berpotensi berdampak terhadap produktivitas tanaman.
Selain pemantauan, petani juga diminta memperhatikan ketersediaan air selama musim kemarau. Upaya menjaga kelembapan tanah terutama dibutuhkan pada lahan yang tidak memiliki irigasi teknis.
Kondisi lahan yang mengalami kekeringan pada tanaman semusim dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan terhadap pertumbuhan tanaman. Karena itu, ketersediaan air menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan petani selama cuaca panas dan kering.
"Musim kemarau ini memang menurunkan semuanya dan meningkatkan serangan penyakit," katanya.
Hama Bisa Ganggu Produktivitas
Kemarau dengan kondisi panas dan kering tidak hanya berkaitan dengan berkurangnya ketersediaan air. Cuaca tersebut juga dapat menciptakan kondisi yang mendukung perkembangan sejumlah hama tanaman.
DKPPP Temanggung mengingatkan petani agar tidak menunggu hingga serangan terlihat meluas. Pemantauan secara berkala diharapkan dapat membantu petani menemukan tanda-tanda gangguan pada tanaman sejak awal.
Tanaman tembakau, kopi, dan cabai menjadi beberapa komoditas yang perlu mendapat perhatian dalam kondisi tersebut. Gangguan hama dan stres tanaman berpotensi memengaruhi pertumbuhan sekaligus produktivitas hasil pertanian.
Langkah pencegahan juga perlu disesuaikan dengan kondisi lahan masing-masing, terutama bagi petani yang menghadapi keterbatasan sumber air. Pemantauan tanaman dan menjaga kelembapan tanah menjadi bagian dari upaya menghadapi risiko selama musim kemarau.
Joko berharap kewaspadaan petani dapat berjalan beriringan dengan langkah pencegahan. Dengan demikian, risiko serangan hama dapat ditekan dan pertumbuhan serta produktivitas tanaman tetap terjaga selama musim kemarau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online
















































