Salah satu adegan saat digelarnya simulasi bencana gempa bumi di Lapangan RW 14, Klitren, Kecamatan Gondokusuman, Minggu (21/4). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA — Momentum refleksi dua dekade Gempa Bumi Yogyakarta 2006 menjadi latar penting digelarnya forum nasional kebencanaan di Jogja. Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Forum Pengurangan Risiko Bencana DIY akan menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) IABI ke-9 pada 6–7 Mei 2026 di Kampus UMY, Bantul.
Mengusung tema Penguatan Tata Kelola Risiko Bencana untuk Ketangguhan, forum ini menjadi ajang strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia. Mulai dari akademisi, peneliti, praktisi, pemerintah, sektor swasta, hingga komunitas akan terlibat dalam diskusi mendalam terkait pengurangan risiko bencana di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika sosial.
Sekitar 300 hingga 500 peserta nasional dijadwalkan hadir. Kegiatan ini juga melibatkan unsur pentahelix kebencanaan, termasuk mahasiswa, guru, relawan, serta komunitas lokal di Jogja. Kehadiran lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dalam membangun sistem ketangguhan bencana yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Tak hanya forum ilmiah, PIT IABI ke-9 juga menghadirkan berbagai agenda menarik dan edukatif. Salah satunya adalah pameran kebencanaan yang melibatkan 32 lembaga dari berbagai sektor. Pameran ini menjadi ruang interaktif untuk memperkenalkan inovasi, program, serta edukasi publik terkait mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim.
Selain itu, terdapat sesi Ignite Stage, yakni forum presentasi singkat berdurasi sekitar 15 menit yang menampilkan praktik baik dan inovasi kebencanaan. Selama dua hari, akan digelar sekitar 23 sesi yang menghadirkan perspektif dari berbagai aktor, mulai dari komunitas hingga pembuat kebijakan.
Sebagai bentuk solidaritas sosial, panitia juga menggelar aksi donor darah pada hari pertama, 6 Mei 2026. Kegiatan ini terbuka bagi peserta maupun masyarakat umum sebagai wujud kepedulian kemanusiaan.
Forum ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga bertujuan memperkuat integrasi antara riset, kebijakan, dan praktik lapangan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan semakin mengukuhkan Jogja sebagai pusat unggulan (center of excellence) kebencanaan di Indonesia.
Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir dalam pembukaan, di antaranya Gubernur DIY, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Koordinator Umum Forum PRB DIY, M. Taufiq AR, menegaskan bahwa forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi risiko bencana yang semakin kompleks.
“Ketangguhan bencana tidak hanya dibangun lewat kebijakan, tetapi juga kolaborasi, pengetahuan, dan aksi nyata,” ujarnya.
Dengan semangat kolaboratif, PIT IABI ke-9 diharapkan melahirkan inovasi dan pembelajaran yang dapat direplikasi di berbagai daerah, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan Indonesia dalam menghadapi bencana di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































