PLTA Upper Cisokan Jadi Pumped Storage Pertama di Indonesia

1 hour ago 3

PLTA Upper Cisokan Jadi Pumped Storage Pertama di Indonesia

Ilustrasi meteran listrik - ist/PLN

Harianjogja.com, JAKARTA—PLN Enjiniring terus mengawal pembangunan PLTA Upper Cisokan berkapasitas 1.040 megawatt (MW) di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Proyek ini diproyeksikan menjadi pembangkit listrik pumped storage pertama di Indonesia sekaligus penopang sistem kelistrikan berbasis energi hijau di Jawa-Bali.

Teknologi pumped storage yang diterapkan pada PLTA Upper Cisokan disebut akan berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan listrik di tengah meningkatnya penggunaan energi baru terbarukan, seperti tenaga surya dan tenaga angin.

Direktur Utama PLN Enjiniring, Chairani Rachmatullah, menjelaskan teknologi pumped storage bekerja layaknya baterai raksasa yang memanfaatkan air sebagai media penyimpan energi.

"Proyek Upper Cisokan dipersiapkan untuk membantu menjaga stabilitas pasokan listrik di tengah pertumbuhan energi baru terbarukan, seperti tenaga surya dan angin,” kata Chairani dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Menurut dia, saat pasokan listrik berlebih, air akan dipompa menuju waduk bagian atas. Ketika kebutuhan listrik meningkat, air tersebut kembali dialirkan untuk menghasilkan energi listrik.

Chairani menilai teknologi pumped storage akan menjadi bagian penting dalam sistem energi masa depan Indonesia karena mampu menjaga pasokan listrik tetap stabil saat pemanfaatan energi terbarukan terus meningkat.

Sistem tersebut memungkinkan energi listrik disimpan ketika konsumsi rendah dan digunakan kembali saat kebutuhan meningkat. Dengan skema itu, pasokan listrik dinilai menjadi lebih fleksibel dan andal.

Penopang Sistem Kelistrikan Jawa-Bali

PLTA Upper Cisokan diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur strategis untuk mendukung sistem kelistrikan Jawa-Bali. Kehadiran proyek ini juga diharapkan memperkuat kesiapan jaringan listrik nasional menghadapi perubahan pola konsumsi energi di masa mendatang.

Chairani mengungkapkan proyek ini memiliki tingkat kompleksitas engineering yang tinggi karena menggabungkan bendungan, terowongan air bertekanan tinggi, hingga fasilitas pembangkit bawah tanah dalam satu sistem terintegrasi.

Dalam proyek tersebut, PLN Enjiniring bertugas melakukan pengawasan engineering, quality assurance, pendampingan teknis, project management, serta pengawasan konstruksi agar pembangunan berjalan sesuai standar keselamatan dan kualitas.

"Upper Cisokan bukan hanya proyek pembangkit listrik, tetapi bagian dari fondasi sistem energi masa depan Indonesia," ujar Chairani.

Dukung Transisi Energi Hijau

Sebagai perusahaan engineering di sektor ketenagalistrikan, PLN Enjiniring menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan energi hijau nasional melalui proyek berbasis energi baru terbarukan dan teknologi rendah emisi.

"PLN Enjiniring siap mendukung transformasi sektor ketenagalistrikan menuju energi yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan. Kami percaya penguatan engineering nasional menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung transisi energi di Tanah Air," kata Chairani.

Pengembangan PLTA Upper Cisokan menjadi salah satu proyek strategis yang dipantau dalam upaya percepatan transisi energi nasional, terutama untuk memperkuat integrasi pembangkit energi baru terbarukan ke sistem kelistrikan nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|