PLTS Gilimanuk 300 MWp Disiapkan, PLN Bidik Pengurangan BBM

4 hours ago 2

Harianjogja.com, BALI— PT PLN (Persero) mengoptimalkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas hingga 1.000 megawatt peak (MWp) di Bali. Proyek tersebut dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 3,3 gigawatt hour (GWh) untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) impor dalam sistem kelistrikan Pulau Dewata.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan pengembangan PLTS tersebut akan mengubah sumber energi yang digunakan dalam sistem kelistrikan Bali. Energi domestik dari pembangkit surya akan menggantikan sebagian penggunaan BBM impor.

"Dengan adanya program PLTS ini, maka sistem kelistrikan Bali bergeser, yang tadinya ada faktor penggunaan BBM yang impor digantikan dengan energi dari domestik,” kata Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo saat peluncuran pengembangan PLTS Gilimanuk di Jembrana, Bali, Selasa.

“Nanti dari energi yang mahal menjadi energi murah, dari energi fosil menjadi energi baru terbarukan," katanya menambahkan.

BESS Simpan Energi Surya hingga Malam

Darmawan menjelaskan perbedaan utama proyek PLTS tersebut dengan pembangkit surya konvensional berada pada integrasi sistem penyimpanan baterai berskala besar. Teknologi BESS memungkinkan energi yang dihasilkan saat produksi surya melimpah tidak langsung habis digunakan.

Produksi energi matahari terutama berlangsung melimpah pada pukul 10.00-14.00 WITA. Energi tersebut dapat disimpan dalam BESS untuk kemudian digunakan sebagai sumber listrik pada malam hingga pagi hari.

"Konsumsi BBM yang banyak terjadi pada waktu sore sampai malam hari bisa digantikan dengan PLTS yang energinya disimpan di dalam bentuk Battery Energy Storage System," ujar Darmawan.

Dengan pola tersebut, energi yang dihasilkan PLTS dapat dimanfaatkan ketika kebutuhan listrik berlangsung pada waktu yang sebelumnya banyak menggunakan BBM. Sistem penyimpanan menjadi bagian penting dari pengembangan PLTS yang dilakukan PLN di Bali.

Listrik PLTS Gilimanuk Disalurkan ke Berbagai Wilayah Bali

PLTS Gilimanuk berada di Jembrana, Bali bagian barat. Meski pembangkit berada di wilayah tersebut, listrik yang dihasilkan akan disalurkan melalui jaringan transmisi tegangan tinggi 150 kilovolt (kV).

"PLTS ini langsung tersambung pada transmisi tegangan tinggi 150 kV yang kemudian dievakuasi langsung ke Denpasar, sampai ke Nusa Dua, Kuta, hingga Sanur, walaupun PLTS Gilimanuk lokasinya di Jembrana, ini untuk mengalirkan listrik ke seluruh wilayah Pulau Bali," tuturnya.

PLN memperkirakan potensi PLTS Gilimanuk masih belum maksimal karena proyek tersebut masih berada pada tahap awal. Pada tahap awal, kapasitas yang dikembangkan mencapai 300 MWp.

Pengembangan tersebut memanfaatkan lahan seluas 320 hektare. Ketika kapasitas PLTS mencapai 300 MWp, proyek itu juga dinilai berpotensi menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Kejar Target Energi Surya 100 GWp

PLN menilai percepatan pengembangan energi surya di Indonesia membutuhkan kolaborasi lintas lembaga. Langkah tersebut diperlukan untuk mendukung target nasional pengembangan energi surya sebesar 100 gigawatt peak (GWp) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Kolaborasi tersebut melibatkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Kehutanan, ATR/BPN, hingga Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sebagai tim solid.

“Dalam proses ini, kami akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, memerangi kemiskinan, dan dalam proses ini bangsa kita menjadi bangsa yang lebih maju lagi, kami siap menjalankan program arahan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Pengembangan PLTS tidak hanya diarahkan untuk menambah kapasitas energi baru terbarukan. PLN juga melihat proyek tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka kesempatan kerja.

Gubernur Bali Dukung Pengembangan PLTS

Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi langkah PLN dan pemerintah pusat dalam mengembangkan energi surya. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan Pergub Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih.

Koster juga menilai pengembangan PLTS dapat memberikan manfaat lebih luas bagi Bali. Selain memenuhi kebutuhan energi, penggunaan energi bersih dinilai dapat mendukung citra pariwisata Bali di mata dunia.

"Manfaat dari PLTS ini tidak saja untuk memenuhi kebutuhan energi, tapi juga meningkatkan citra pariwisata Bali, kemudian juga akan menghentikan penggunaan bahan bakar minyak yang di Bali itu besarnya mencapai 500.000 kiloliter, tidak lagi impor BBM dan biayanya jauh lebih murah," kata Koster.

Pemprov Bali, kata Koster, siap mendukung pemanfaatan lahan negara yang tidak produktif untuk mengoptimalkan pengembangan PLTS. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kapasitas energi surya di Bali.

Selain proyek tahap awal berkapasitas 300 MWp di Gilimanuk, survei lahan kering juga tengah dilakukan di Buleleng dan Karangasem. Survei tersebut disiapkan untuk mendukung perluasan kapasitas PLTS pada masa mendatang.

Dengan pengembangan hingga 1.000 MWp yang dilengkapi BESS 3,3 GWh, PLN menempatkan PLTS sebagai bagian dari perubahan sistem kelistrikan Bali. Energi surya diharapkan dapat menggantikan penggunaan BBM impor sekaligus memperkuat pemanfaatan energi baru terbarukan di Pulau Bali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|