PMI Bantul Kirim Personel dan Buka Donasi untuk Korban Gempa NTT

3 hours ago 3

PMI Bantul Kirim Personel dan Buka Donasi untuk Korban Gempa NTT

Ilustrasi Posko PMI. - Antara

Harianjogja.com, BANTUL— Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bantul membuka penggalangan dana untuk membantu korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bersamaan dengan itu, PMI Bantul telah mengirim satu personel ke NTT untuk membantu penanganan dan memantau kebutuhan mendesak di lokasi bencana.

Ketua PMI Bantul Agus Budiraharja mengatakan personel tersebut diberangkatkan bersama PMI Pusat untuk membantu pemerintah setempat dalam penanganan pascabencana. Kehadiran sumber daya manusia dinilai dibutuhkan untuk mendukung evakuasi maupun distribusi bantuan.

"Salah satu petugas kami juga sudah berangkat ke NTT sebagai bantuan kemanusiaan bersama dengan PMI Pusat, jadi selama di sana nanti dia juga terus laporan kebutuhan apa yang mendesak agar bisa dikirim dari sini," kata Agus, Kamis (27/8/2026).

Donasi Dikirim Bertahap Sesuai Kebutuhan

Agus mengatakan bantuan untuk daerah yang terdampak bencana merupakan kegiatan yang rutin dilakukan PMI Bantul. Sebelumnya, PMI Bantul juga membuka donasi bagi korban banjir Aceh-Sumatera.

"Donasi yang untuk Aceh-Sumatera sudah kami tutup dan sekarang kami buka untuk donasi NTT," jelasnya.

Penggalangan bantuan untuk korban gempa NTT nantinya melibatkan sejumlah instansi dan organisasi. PMI Bantul berencana menggandeng Baznas, Korpri, serta organisasi masyarakat lainnya.

PMI Bantul tidak menetapkan target nominal dalam penggalangan tersebut. Bantuan akan dikirim secara bertahap menyesuaikan kebutuhan di lokasi bencana.

"Donasinya ini baru kami mulai, tetapi kami maunya kirim bertahap. Begitu nanti sudah terkumpul yang sudah layak kami kirim," ungkapnya.

Menurut Agus, berdasarkan komunikasi PMI Bantul dengan pemerintah NTT, kebutuhan korban saat ini masih berkaitan dengan kebutuhan pokok. Bantuan yang diperlukan antara lain selimut, obat-obatan, pakaian, dan makanan.

Pemerintah setempat, lanjut dia, untuk sementara masih memprioritaskan penanganan kelangsungan hidup masyarakat setelah gempa. Sementara kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi belum menjadi fokus awal karena sudah banyak pihak yang memberikan dukungan.

"Mungkin rehab-rekon mereka belum karena memang sudah banyak yang dukung, tetapi untuk yang pertama ini kebutuhan-kebutuhan dasar yang perlu kami salurkan, sehingga kami maunya nanti segera ada pengumpulan, berapapun kami kirim dulu biar mereka bisa membelanjakan," pungkasnya.

BPBD Bantul Masih Koordinasi

Sementara itu, BPBD Kabupaten Bantul masih melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat terkait kemungkinan pengiriman bantuan bagi korban gempa NTT.

Hingga saat ini, BPBD Bantul belum melakukan penggalangan bantuan maupun mengirimkan personel ke wilayah terdampak. Pemerintah daerah masih mengidentifikasi kebutuhan mendesak di lokasi bencana.

"Sampai sekarang belum ada, tapi kami coba komunikasi dengan pimpinan dan juga pemerintah daerah di sana sekiranya apa yang mendesak dan diperlukan agar kami bisa persiapkan," kata Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|