Seorang teknisi laboratorium memegang botol biodiesel saat menguji kandungan campuran bahan bakar B50 di Wisma Balitsa, Lembang, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengintensifkan uji coba biodiesel 50 persen pada berbagai moda transportasi dan mesin industri guna memastikan kesiapan teknis sebelum kebijakan mandatori diberlakukan secara nasional mulai 1 Juli 2026. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa pengujian dilakukan pada enam sektor utama, mulai dari otomotif hingga pembangkit listrik. Ia menegaskan cakupan uji coba kali ini lebih luas dibandingkan pengujian B40 sebelumnya. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)
Menurut Eniya, uji coba telah dimulai secara serentak sejak 9 Desember 2025 di berbagai sektor, meliputi otomotif, pertambangan, alat pertanian, kelautan, pembangkit listrik, dan perkeretaapian. Kick off pengujian dilakukan di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50 di Lembang, Jawa Barat. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)
Pada sektor otomotif, pengujian melibatkan sembilan unit kendaraan, terdiri dari empat kendaraan penumpang di bawah 3,5 ton dan lima kendaraan di atas 3,5 ton. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)
Selain pabrikan asal Jepang, uji coba juga melibatkan produsen Eropa untuk kategori bus dan truk besar seperti Mercedes-Benz dan UD Trucks. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)
Tidak hanya kendaraan jalan raya, pengujian juga menyasar sektor pertanian dengan berbagai jenis traktor, mulai dari roda dua hingga roda empat. Di sektor maritim, uji coba dilakukan langsung pada kapal laut, sementara sektor pertambangan melibatkan dua perusahaan besar di Samarinda, Kalimantan Timur. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)
Untuk sektor perkeretaapian, pengujian akan segera dilakukan dengan rute jarak jauh lintas provinsi, yakni dari Yogyakarta menuju Jakarta. Selain itu, pengujian juga mencakup penggunaan genset untuk sektor pembangkitan listrik guna melihat performa bahan bakar pada mesin non-transportasi. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)
Pemerintah memproyeksikan implementasi B50 mampu menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun, menyerap lebih dari 2,2 juta tenaga kerja, serta menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 46,72 juta ton CO2. Hingga pertengahan April 2026, realisasi penyaluran biodiesel nasional telah mencapai 3,90 juta kiloliter dari total alokasi 15,65 juta kiloliter, dengan target pengujian sektor otomotif rampung pada Juni 2026 dan sektor lainnya menyusul hingga akhir tahun. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

















































