Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto meminta seluruh masyarakat untuk tetap tenang di tengah gejolak global yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, khususnya terkait isu bahan bakar minyak (BBM).
Menurut dia, kondisi pasokan BBM nasional saat ini dalam keadaan aman. Hal tersebut berdasarkan laporan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
"Pak Bahlil bilang aman, jadi tenang," ungkap Prabowo dalam Taklimat Presiden RI pada Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, dikutip Kamis (9/4/2026).
Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam meski kondisi dinilai aman. Berbagai langkah antisipatif tetap disiapkan untuk menghadapi dinamika global agar tidak berdampak langsung pada masyarakat.
"Aman bukan berati kita santai-santai, kita bekerja kita waspada," jelasnya.
Mengacu data Kementerian ESDM per 1 April 2026 sejauh ini, impor BBM jenis Bensin Indonesia terbesar masih berasal dari Singapura dengan presentase mencapai 64,23%. Lalu Malaysia dengan poris 27,18%.
"Di mana untuk importasi minyak bensin yang paling dominan ini berasal dari Singapura dan Malaysia karena pada posisi bensin kebutuhan sampai saat ini masih membutuhkan importasi," kata Sekretaris Ditjen Migas Muhammad Rizwi, dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, dikutip Kamis (9/4/2026).
Sementara itu, kontribusi negara lain relatif kecil. Antara lain Oman 5,55%, Uni Emirat Arab 3,03%.
Stok dan Konsumsi BBM RI
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas buka-bukaan mengenai kondisi terkini pasokan BBM nasional, baik jenis BBM subsidi maupun BBM Non subsidi.
Dalam paparannya, untuk jenis BBM RON 90 atau Pertalite total cadangan nasional masih di angka 18,1 hari. Di mana stok cadangannya mencapai 1,51 juta Kilo Liter (KL) dengan konsumsi harian 84.038 KL. "Status ini masih sangat aman," terang Wahyudi Anas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR, dikutip Kamis (9/4/2026).
Sementara itu, untuk jenis BBM Non Subsidi seperti Pertamax RON 92 juga masih dalam kondisi aman dengan kondisi cadangan mencapai 22,1 hari. Adapun juga untuk Pertamax Turbo RON 98 mencapaio 46,5 hari.
"Artinya jenis BBM Bensin sangat aman dan situasi semua terdistribusi dan terlayani untuk masyarakat," tegas Wahyudi.
Sementara itu, untuk BBM jenis Solar Subsidi ketahanan stoknya masih di 16,5 hari dengan stok nasional mencapai 1,57 juta KL dengan konsumsi harian mencapai 95.638 KL. Adapun untuk Pertamina DEX CN53 stoknya mencapai 64,5 hari.
"Dan kondisi stok BBM yang khusus untuk gasoil dan gasoline Ini memang pergerakannya sangat dinamis. Karena kebutuhan masyarakat serta untuk keseimbangan stok yang terjaga kami sudah konfirmasi dengan Pertamina Grup bahwasanya kilang tetap produksi normal, tidak ada kegiatan-kegiatan maintenance, sehingga posisi fluktuatif ini terjaga dengan baik dan kondisinya memang sangat aman," jelas Wahyudi.
Kemudian khusus untuk Bahan Bakar avtur, stoknya ketahanan mencapai 28,1 hari dengan stok nasional mencapai 388.626 KL dan konsumsi harian mencapai 13.816 KL. "Jadi bisa kita simpulkan, ketahanan stok BBM nasional dalam kondisi aman," tandas Wahyudi.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

















































