Jumali Kamis, 18 Juni 2026 23:17 WIB
Harianjogja.com, JOGJA—Peluang lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026 membuat laga Swiss melawan Bosnia-Herzegovina di Grup B menjadi pertandingan yang sarat tekanan. Kedua tim dijadwalkan bentrok di SoFi Stadium, Los Angeles, Jumat (19/6/2026) pukul 02.00 WIB.
Situasi klasemen yang masih terbuka usai seluruh peserta bermain imbang pada laga pertama membuat kemenangan menjadi target utama. Tiga poin dari pertandingan ini dapat menjadi modal penting sebelum memasuki laga terakhir fase grup.
Swiss datang dengan misi menebus kegagalan mengamankan kemenangan pada pertandingan pembuka. Tim asuhan Murat Yakin sebenarnya sempat berada di atas angin saat menghadapi Qatar setelah unggul lewat penalti Breel Embolo.
Namun kemenangan yang sudah di depan mata sirna akibat gol bunuh diri Miro Muheim pada masa injury time. Hasil imbang 1-1 tersebut membuat Swiss kehilangan dua poin penting dalam perburuan posisi puncak grup.
Menghadapi Bosnia-Herzegovina, Swiss dituntut tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Tim berjuluk Schweizer Nati juga harus memperbaiki konsentrasi di menit-menit akhir agar tidak kembali kehilangan poin.
Di kubu lawan, Bosnia-Herzegovina datang dengan kepercayaan diri tinggi. Meski hanya bermain imbang 1-1 melawan Kanada, tim besutan Sergej Barbarez menunjukkan organisasi permainan yang cukup solid.
Gol Jovo Lukic melalui sundulan pada babak pertama menjadi bukti efektivitas serangan Bosnia. Mereka juga mampu bertahan dengan disiplin saat menghadapi tekanan dari tuan rumah Kanada.
Barbarez menegaskan timnya tidak datang ke Los Angeles hanya untuk bertahan.
"Kami datang untuk tiga poin. Ini adalah Piala Dunia dan kami menganggap setiap pertandingan sebagai final," ujarnya, dikutip dari laman FIFA.
Semangat serupa disampaikan bek Nikola Katic. Ia menilai Bosnia layak mendapat pengakuan lebih besar setelah berhasil menyingkirkan Italia pada babak playoff kualifikasi.
"Kami berhasil mengalahkan salah satu negara terbesar dalam sejarah sepak bola. Namun setelah itu, lebih banyak yang membicarakan Italia yang buruk daripada Bosnia yang hebat," katanya.
Sementara itu, Murat Yakin mengakui timnya harus belajar dari kesalahan saat menghadapi Qatar.
"Itu adalah kesalahan saya," ujar Yakin.
Menurutnya, Bosnia merupakan lawan yang memiliki karakter kuat, terutama dalam situasi bola mati.
"Bosnia adalah tim yang kuat, tangguh, dan berpengalaman. Kami harus mewaspadai bola-bola mati mereka," katanya.
Dari sisi rekor pertemuan, Bosnia pernah memberi kejutan dengan mengalahkan Swiss 2-0 dalam laga persahabatan pada 2016 melalui gol Edin Dzeko dan Miralem Pjanic. Namun untuk level kompetitif saat ini, Swiss dinilai memiliki kualitas skuad yang lebih dalam.
Yakin diperkirakan tetap mempertahankan formasi 3-4-3 yang menjadi andalannya. Manuel Akanji dan Granit Xhaka akan menjadi tumpuan di lini belakang dan lini tengah.
Perubahan kemungkinan terjadi di sektor depan. Noah Okafor berpeluang menggantikan Dan Ndoye yang dinilai kurang maksimal pada pertandingan sebelumnya.
Bosnia sendiri masih menunggu perkembangan kondisi bek senior Sead Kolasinac yang mengalami masalah kebugaran. Absennya Kolasinac akan menjadi kerugian besar karena lini belakang Bosnia sebelumnya juga telah kehilangan Nidal Celik akibat cedera.
Secara permainan, Swiss diprediksi lebih dominan dalam penguasaan bola dengan peran sentral Granit Xhaka sebagai pengatur ritme. Namun Bosnia memiliki kemampuan memanfaatkan serangan balik dan duel udara yang dapat menyulitkan lawan.
Dengan pengalaman, kualitas individu, dan kedalaman skuad yang dimiliki, Swiss sedikit lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan. Meski demikian, Bosnia berpotensi memberi kejutan apabila mampu menjaga disiplin pertahanan sepanjang pertandingan.
Prediksi skor: Swiss 2-1 Bosnia-Herzegovina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































