Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen motor Listrik ALVA buka suara soal dampak dari tidak adanya lagi insentif motor listrik yang akan diberikan kepada produsen-produsen motor listrik di 2026.
Chief Executive Officer (CEO) ALVA, Purbaja Pantja mengatakan efek dari tidak adanya insentif atau subsidi tersebut tidak mempengaruhi penjualan motor listrik ALVA. Hal ini karena pihaknya sudah terbisa dengan kebijakan tersebut.
"Kalau dampak dari tidak adanya insentif atau subsidi ke penjualan kami, enggak ya, kalau dibandingkan 2024 dengan 2025, sejatinya penjualan masih naik," kata Purbaja dalam sesi diskusi di acara buka bersama, Selasa (10/3/2026).
Ia menambahkan, konsumen motor listriknya cenderung sudah terbiasa. Hal ini karena pada akhir 2024, sejatinya subsidi sudah mulai berkurang dan pada 2025 menjadi masa transisi, sehingga konsumen sudah bisa beradaptasi.
"Seharusnya sudah terbiasa, karena tahun lalu itu adalah tahun transisi, dan mengenai subsidi, itu ditiadakan oleh pemerintah pada saat itu karena kuotanya juga sudah habis, di kuartal keempat 2024. Jadi kalau kita lihat 2024 sampai sekarang, itu kan sudah lebih dari setahun. Jadi kalau dibilang terbiasa, menurut saya rasa sih sudah," jelasnya.
Foto: PT. Ilectra Motor Group (IMG), selaku perusahaan yang menghadirkan lifestyle mobility solution melalui merek motor listrik ALVA. (Dok.Alva)
PT. Ilectra Motor Group (IMG), selaku perusahaan yang menghadirkan lifestyle mobility solution melalui merek motor listrik ALVA. (Dok.Alva)
Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap kendaraan listrik semakin meningkat.
Konsumen kini dinilai sudah lebih memahami kebutuhan mereka terhadap motor listrik, bahkan sebagian pembeli sudah tidak lagi merasa perlu melakukan uji coba kendaraan sebelum memutuskan membeli.
"Kalau dulu itu pasti inginnya test ride dulu gitu ya. Kalau sekarang test ride itu memang masih ada dan juga masih banyak, tapi juga ada beberapa pengguna Alfa sekarang itu waktu mereka membeli motor ALVA, sudah tidak lagi melakukan test ride," ujarnya.
ALVA juga mencatat pencapaian penting dalam produksi. Pada November 2025, perusahaan berhasil mencapai produksi sebanyak 10.000 unit motor listrik.
Mayoritas unit yang diproduksi berasal dari segmen premium dengan kisaran harga Rp30 juta hingga Rp40 juta. Perusahaan menilai pencapaian tersebut menjadi tonggak penting bagi perkembangan bisnis motor listrik ALVA.
(wur/wur)
Addsource on Google


















































