Proteksi Kesehatan Jadi Penyangga Keuangan Keluarga dari Risiko Biaya Medis

2 hours ago 2

Biaya kesehatan yang terus meningkat menjadi salah satu risiko yang dapat mengganggu stabilitas keuangan keluarga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Biaya kesehatan yang terus meningkat menjadi salah satu risiko yang dapat mengganggu stabilitas keuangan keluarga. Dalam kondisi tertentu, pengeluaran medis yang besar berpotensi menggerus tabungan, dana pendidikan anak, hingga dana pensiun yang telah dipersiapkan selama bertahun-tahun.

Pengalaman tersebut dirasakan Joko Mulyono, seorang pekerja kantoran yang harus menjalani sejumlah tindakan medis dengan total biaya lebih dari Rp 200 juta. Berkat kepemilikan proteksi kesehatan syariah, beban biaya tersebut tidak mengganggu kondisi keuangan keluarganya.

Joko mengaku awalnya tidak memahami sepenuhnya pentingnya perlindungan kesehatan ketika memutuskan menjadi peserta asuransi syariah. Namun, keputusan tersebut kemudian menjadi salah satu langkah finansial yang menurutnya paling berdampak bagi keluarganya.

"Waktu itu saya belum memahami arti penting asuransi syariah. Saya hanya mengikuti saran teman dan membeli produk tersebut. Ternyata keputusan itu memberikan dampak besar bagi kehidupan saya," ujar Joko.

Risiko kesehatan pertama muncul ketika Joko mengalami gangguan pada punggung yang mengharuskannya menjalani operasi dan rawat inap. Total biaya pengobatan saat itu hampir mencapai Rp 50 juta.

"Saya benar-benar kaget. Ternyata saya tidak perlu mengeluarkan biaya dari pemeriksaan, operasi, hingga rawat inap karena seluruhnya ditanggung Prudential Syariah," kata Joko.

Beberapa waktu kemudian, Joko kembali menjalani prosedur kolonoskopi akibat kelainan pada usus dengan biaya sekitar Rp 78 juta. Empat tahun berselang, ia harus menjalani tindakan Endovenous Laser Ablation (EVLA) untuk menangani gangguan pembuluh darah dengan biaya mencapai Rp 102 juta.

Secara total, biaya medis yang ditanggung mencapai lebih dari Rp 200 juta. Namun, tabungan keluarga tetap terjaga karena biaya pengobatan ditanggung sesuai ketentuan polis.

"Hanya dalam beberapa tahun, total biaya medis saya menembus ratusan juta rupiah. Tanpa persiapan yang memadai, angka ini bisa menguras tabungan dan mengganggu rencana keuangan keluarga," ujarnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|