Jumali Rabu, 26 Agustus 2026 19:57 WIB
Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja tidak hanya menyiapkan skuad dan seragam baru untuk menghadapi kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional musim 2026/27. Klub kebanggaan masyarakat Jogja itu juga membawa pesan kuat mengenai identitas dan warisan sejarah melalui tema besar “Njaga Marwah, Ngrumat Sejarah” serta kampanye #HonorTheLegacy yang akan diperkenalkan dalam agenda peluncuran tim akhir pekan ini.
Peluncuran resmi tim PSIM Jogja dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung, di Bantul, Sabtu (29/8/2026). Agenda tersebut akan menjadi momen perkenalan seluruh pemain, jajaran ofisial, hingga seragam anyar yang akan digunakan Laskar Mataram pada musim baru.
Bagi manajemen PSIM Jogja, acara tersebut bukan sekadar seremoni menyambut kompetisi. Peluncuran tim juga menjadi ruang untuk mempertegas karakter klub yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan sepak bola nasional.
#HonorTheLegacy Jadi Penegasan Identitas Klub
Partnership and Activation PSIM Jogja, Benedictus Osa Insdrawan, menjelaskan tema “Njaga Marwah, Ngrumat Sejarah” dipilih sebagai fondasi utama perjalanan tim pada musim 2026/27. Tema tersebut juga diperkuat melalui penggunaan tagar kampanye #HonorTheLegacy yang akan terus melekat sepanjang kompetisi.
Menurut Osa, pesan yang dibangun melalui tema tersebut berangkat dari kesadaran bahwa PSIM Jogja merupakan salah satu klub dengan sejarah panjang dalam sepak bola Indonesia. Karena itu, perjalanan di kasta tertinggi harus tetap dibarengi dengan upaya menjaga identitas klub dan nilai-nilai yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
“Makna dari tema ‘Njaga Marwah, Ngrumat Sejarah’ dan hastag campaign #HonorTheLegacy adalah sebuah penegasan identitas,” ujarnya.
Penegasan identitas itu, kata dia, menjadi pedoman bagi seluruh elemen klub dalam menghadapi ketatnya persaingan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Nilai yang dibangun tidak hanya berkaitan dengan target di lapangan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab menjaga nama besar klub.
“Keduanya membawa satu pesan tegas bahwa PSIM Jogja melangkah dan bertarung di kasta tertinggi hari ini dengan membawa harga diri sebagai klub yang punya sejarah panjang dalam sepakbola nasional, sekaligus berkomitmen menjaga nilai luhur budaya Jogja dan memori setiap orang yang terlibat di dalamnya,” jelas Osa.
Sejarah Jadi Modal Menghadapi Tantangan Baru
PSIM Jogja memasuki musim baru dengan membawa bekal sejarah yang panjang sejak era Perserikatan. Rekam jejak tersebut dipandang sebagai modal moral yang dapat memperkuat semangat juang tim ketika bersaing menghadapi klub-klub lain di level tertinggi sepak bola nasional.
Bagi manajemen, perjalanan panjang yang telah dilalui PSIM bukan hanya catatan masa lalu. Sejarah itu juga menjadi sumber inspirasi untuk menghadapi tantangan baru yang akan muncul sepanjang kompetisi musim 2026/27.
“Derap langkah PSIM adalah tentang bagaimana kita membawa refleksi dari sejarah panjang di masa lalu untuk menaklukkan tantangan hari ini, dan masa depan.”
Pesan tersebut menegaskan bahwa perjalanan Laskar Mataram pada musim ini tidak dilepaskan dari nilai-nilai yang telah membentuk identitas klub selama puluhan tahun. Upaya menjaga marwah klub berjalan beriringan dengan tekad untuk terus berkembang dan bersaing di level tertinggi.
Launching Tim Jadi Momentum Kebersamaan
Selain menjadi ajang perkenalan skuad dan jersey baru, peluncuran tim PSIM Jogja di Stadion Sultan Agung di Bantul juga diharapkan menjadi momentum mempererat hubungan antara klub dan para pendukung. Kehadiran suporter dinilai memiliki arti penting dalam perjalanan tim menghadapi kompetisi panjang musim ini.
Manajemen berharap agenda tersebut dapat menghadirkan atmosfer kebersamaan yang kuat antara pemain, ofisial, dan suporter. Dukungan yang diberikan sejak awal musim diyakini menjadi energi tambahan bagi Laskar Mataram saat menjalani persaingan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Karena itu, manajemen mengajak seluruh pencinta PSIM Jogja untuk hadir dan menjadi bagian dari momen peluncuran tim. Selain menyaksikan perkenalan skuad serta seragam anyar, para pendukung juga diharapkan memberikan doa dan dukungan untuk perjalanan klub pada musim 2026/27.
Peluncuran tim ini menjadi salah satu langkah awal PSIM Jogja sebelum kompetisi bergulir. Dengan mengusung tema “Njaga Marwah, Ngrumat Sejarah” dan kampanye #HonorTheLegacy, Laskar Mataram menegaskan komitmennya untuk menjaga identitas klub sembari menghadapi tantangan baru di kasta tertinggi sepak bola nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































