
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel saat ditemui usai sesi latihan di Mandala Krida, Senin (16/3/2026) sore. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja belum menutup aktivitasnya di bursa transfer menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Setelah memperkenalkan sejumlah wajah baru, manajemen Laskar Mataram kini memusatkan perhatian untuk mencari striker asing yang diproyeksikan menjadi ujung tombak tim pada musim mendatang.
Kebutuhan akan penyerang baru menjadi prioritas karena sektor lini depan dinilai masih membutuhkan tambahan kekuatan. Hingga saat ini, PSIM masih menjalani proses negosiasi dengan beberapa kandidat dari berbagai negara yang masuk dalam radar tim pelatih dan manajemen.
Manajer PSIM Jogja, Iksan Mahar, mengakui bahwa pembicaraan dengan sejumlah pemain masih berlangsung. Menurutnya, lini serang menjadi fokus utama dalam penyusunan skuad karena komposisi tim di sektor lain sudah relatif terbentuk.
"Yang sekarang menjadi proyeksi untuk kita lengkapi ya lini depan. Sedang diupayakan, masih dalam tahap negosiasi," ujar Iksan, Jumat (24/7/2026).
PSIM sebelumnya telah mengumumkan empat rekrutan baru untuk menghadapi musim 2026/2027. Dua pemain asing yang sudah resmi bergabung adalah bek kiri asal Republik Ceko, Ondrej Rudzan, serta gelandang asal Polandia, Adrian Purzycki. Sementara dari pemain lokal, Laskar Mataram mendatangkan Alwi Fadilah dan Ahmad Agung.
Kehadiran Rudzan dan Purzycki membuat jumlah pemain asing PSIM saat ini menjadi enam orang. Namun, angka tersebut masih berpotensi bertambah karena regulasi memungkinkan klub menggunakan hingga 10 sampai 11 pemain asing sesuai kebutuhan tim.
Iksan menilai sektor pertahanan dan lini tengah sudah memiliki fondasi yang cukup kuat. Selain mempertahankan sejumlah pemain musim lalu, PSIM juga telah menambah kualitas melalui perekrutan pemain asing di dua posisi tersebut.Karena itu, perhatian klub kini sepenuhnya diarahkan pada sektor ofensif.
"Fokus kami sekarang mencari pemain ofensif asing. Di depan kan cuma Vidal yang kami pertahankan, jadi memang itu yang akan kami perkuat," katanya.
Proses pencarian pemain disebut dilakukan secara intensif oleh manajemen bersama tim talent scouting dan pelatih kepala Jean-Paul Van Gastel. Kandidat yang dipertimbangkan berasal dari berbagai kawasan, mulai Amerika Latin, Amerika Tengah, Eropa hingga pemain yang sudah memiliki pengalaman bermain di Asia Tenggara.
Menurut Iksan, seluruh proses perekrutan dilakukan secara terukur. Klub tidak hanya mengandalkan rekomendasi agen pemain, tetapi juga melakukan evaluasi bersama tim pelatih sebelum memasuki tahap negosiasi.
Sementara itu, pelatih kepala Jean-Paul Van Gastel menegaskan bahwa setiap pemain yang direkrut harus mampu meningkatkan kualitas tim dibanding musim sebelumnya. Selain kemampuan teknis, faktor adaptasi terhadap lingkungan baru juga menjadi perhatian penting.
"Kami berusaha menemukan pemain-pemain yang bisa membuat tim lebih baik dibanding musim lalu. Yang penting bagaimana nanti mereka bisa cepat beradaptasi, terutama dengan cuaca karena mereka berasal dari benua yang berbeda," ujar Van Gastel.
Pelatih asal Belanda tersebut menilai proses adaptasi akan sangat menentukan performa pemain asing selama kompetisi berlangsung. Karena itu, PSIM berupaya mendatangkan pemain lebih awal agar memiliki waktu cukup untuk beradaptasi dengan cuaca, budaya, serta pola permainan tim.
Manajemen PSIM berharap sebagian besar pemain yang masih dalam proses perekrutan dapat tiba di Jogja sebelum akhir Juli. Saat ini, komposisi skuad disebut baru terisi sekitar 60 hingga 70 persen.
Dengan waktu persiapan sekitar lima hingga enam pekan sebelum kompetisi dimulai, PSIM ingin memastikan seluruh pemain sudah bergabung sehingga program peningkatan kebugaran, pematangan taktik, dan pembentukan chemistry tim dapat berjalan maksimal.
Keberhasilan mendapatkan striker asing berkualitas diyakini akan menjadi salah satu kunci penting bagi ambisi PSIM untuk tampil kompetitif pada musim pertamanya kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































