Purbaya: Banyak Orang Tak Sadar, Kini Waktunya Serok-Serok!

6 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mampu tembus 5,61% yoy pada kuartal I-2026 akan menjadi sinyal positif di pasar modal Indonesia.

Ia mengatakan, sejak lama telah menyarankan kepada pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menggelontorkan investasi saham. Namun, hingga ekonomi tumbuh cepat, banyak pelaku pasar yang menurutnya tak sadar akan sinyal itu.

"Jadi ekonomi kita sedang mengalami akselerasi. Itu yang tidak disadari banyak orang sehingga orang agak takut dan keluar dari pasar modal," kata Purbaya di kawasan Istana Negara, Jakarta, dikutip Rabu (6/5/2026)

Oleh sebab itu, ia mengklaim, seiring dengan terus cepatnya laju pertumbuhan ekonomi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan cepat kembali menghijau dan memberi keuntungan bagi para pemodalnya.

"Kan saya kemarin-kemarin bilang serok,

serok, serok saja. Kalau mereka ikut mestinya nanti ke depan akan untung banyak," tegasnya.

Menurut Purbaya, pemerintah akan menjaga laju tren pertumbuhan yang cepat pada kuartal II-2026. Ia percaya diri, ekonomi Indonesia akan terus terakselerasi meninggalkan tren kutukan pertumbuhan di kisaran 5%.

"Yang jelas ekonomi sedang menuju pertumbuhan angka yang lebih cepat dan akan kita jaga untuk triwulan kedua dengan berbagai kebijakan, koordinasi dengan Bank Sentral juga menjaga sistem apa kondisi kondisi likuiditas. Dan juga kita akan memberikan stimulus tambahan," paparnya.

Sebagaimana diketahui, IHSG ditutup di zona hijau dua hari beruntun. Pada penutupan perdagangan Selasa (5/5/2026), indeks ditutup melesat 1,22% ke level 7.057,11.

Nilai transaksi mencapai Rp23,9 triliun, melibatkan 43,92 miliar saham dalam 2,42 juta kali transaksi. Sebanyak 342 saham naik, 314 turun, dan 163 tidak bergerak.

Meski demikian, investor asing terpantau masih gencar melakukan penjualan bersih, tembus Rp518,39 miliar di seluruh pasar. Perinciannya, sebesar Rp317,94 miliar di pasar reguler dan sebesar Rp200,44 miliar di pasar negosiasi dan tunai.

Di samping itu, terdapat sejumlah saham yang paling banyak masuk keranjang beli asing. Mengutip Stockbit, berikut net foreign buy perdagangan Selasa!

  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp244,52 miliar
  • PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) - Rp138,09 miliar
  • PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) - Rp50,75 miliar
  • PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA) - Rp44,75 miliar
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp28,84 miliar
  • PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) - Rp28,40 miliar
  • PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) - Rp24,55 miliar
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp22,75 miliar
  • PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) - Rp22,64 miliar
  • PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) - Rp18,78 miliar

(arj/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|