Putus 2 Tahun Diterjang Banjir, Jembatan Dodogan-Pokoh Diperbaiki

10 hours ago 5

Putus 2 Tahun Diterjang Banjir, Jembatan Dodogan-Pokoh Diperbaiki

Foto ilustrasi jembatan rusak dibuat dengan artificial intelligence.

Harianjogja.com, BANTUL—Warga Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Dlingo, Bantul, segera kembali menikmati akses yang lebih dekat untuk beraktivitas. Jembatan Jalan Dodogan-Pokoh yang putus akibat banjir bandang lebih dari dua tahun lalu mulai memasuki tahap perbaikan sehingga diharapkan mampu memulihkan konektivitas antara dua kalurahan.

Sebelum pekerjaan fisik dimulai, pelaksana proyek telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Proses pembangunan dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat sesuai tahapan yang telah disiapkan.

Lurah Jatimulyo, Mukidi, mengatakan jembatan tersebut mengalami kerusakan parah setelah diterjang banjir bandang pada 2024. Sejak saat itu, akses utama yang menghubungkan Kalurahan Jatimulyo dan Kalurahan Dlingo tidak dapat digunakan masyarakat.

"Jembatan itu dulunya sejak 2024 rusak dihantam banjir bandang. Kurang lebih dua tahun baru diperbaiki," kata Mukidi, Rabu (29/7/2026).

Menurut Mukidi, pembangunan kembali jembatan merupakan usulan masyarakat yang disampaikan melalui musyawarah di tingkat kalurahan. Keberadaan jembatan dinilai penting karena mendukung aktivitas pertanian, perkebunan, hingga kegiatan ekonomi warga.

"Itu memang jalan alternatif, bagi masyarakat yang mau ke kapanewon serta menghubungkan dua kelurahan yakni Kelurahan Dlingo sama Kelurahan Jatimulyo," ungkapnya.

Warga Selama Ini Harus Memutar Jalan

Selama jembatan tidak berfungsi, warga harus menggunakan jalur lain dengan jarak tempuh yang jauh lebih panjang ketika menuju kantor kapanewon maupun ke wilayah sekitarnya. Menurut Mukidi, perjalanan melalui jalur alternatif mencapai hampir dua kali lipat dibandingkan jika melintasi Jembatan Dodogan-Pokoh.

Karena itu, pemerintah kalurahan berharap pembangunan jembatan dapat segera selesai sehingga masyarakat kembali memperoleh akses yang lebih mudah. Warga juga diharapkan ikut menjaga dan merawat fasilitas tersebut setelah kembali difungsikan.

"Kami tentu senang, sebab jembatan itu jadi salah satu yang diperbaiki setelah dua tahun lebih. Kami berharap warga saling menjaga dan merawat jika nanti proyeknya selesai sehingga bisa tahan lama," pungkasnya.

Dikerjakan Selama 150 Hari

Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Bantul, Agustina Dwi Kuswandari, menjelaskan berdasarkan kontrak, proyek pembangunan Jembatan Jalan Dodogan-Pokoh telah dimulai sejak 10 Juli 2026. Saat ini, pelaksana masih menyelesaikan tahapan sosialisasi kepada masyarakat sebelum pekerjaan konstruksi dilakukan secara penuh.

Agustina mengatakan pembangunan jembatan ditargetkan berlangsung selama 150 hari kalender atau hingga Desember 2026. Infrastruktur tersebut akan dibangun menggunakan konstruksi box beton bertulang dengan dukungan anggaran APBD Murni 2026 sebesar Rp1,9 miliar.

"Nanti pengerjaannya selama 150 hari kalender atau sampai Desember dengan spesifikasi jembatan box beton bertulang dengan anggaran dari APBD murni 2026 senilai Rp1,9 miliar," kata dia.

Menurutnya, perbaikan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan, fungsi jembatan, serta kemampuan anggaran daerah. Melalui pembangunan ini, pemerintah berharap fungsi jembatan dapat kembali pulih sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melintasi kawasan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|