Suasana kawasan Corniche di Doha, Qatar, 28 Februari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al-Ansari, Selasa (10/3/2026), menyatakan Qatar tidak memutus saluran komunikasi dengan Iran. Tetapi, sejak dimulainya eskalasi terbaru terkait Iran hanya ada satu panggilan telepon antara diplomat tertinggi kedua negara tersebut.
"Saluran komunikasi dengan Iran tidak terputus, tetapi saat ini kami fokus pada upaya deeskalasi," kata Al-Ansari dalam konferensi pers.
Sejak 28 Februari lalu, tambahnya, hanya ada satu percakapan telepon antara menteri luar negeri kedua negara. Meskipun Qatar sebelumnya pernah berperan sebagai mediator antara Iran dan Amerika Serikat, Al-Ansari mengatakan Qatar tidak lagi dapat menjalankan peran itu karena harus memfokuskan diri pada upaya menangkis serangan Iran terhadap wilayahnya.
Iran telah melancarkan serangan terhadap wilayah Israel dan target militer AS di Timur Tengah, sebagai respons atas operasi militer bersama yang diluncurkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.
Pada hari pertama operasi militer tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dan sebuah sekolah perempuan di Iran selatan dibom. Iran menyebut jumlah korban tewas telah melampaui 1.200 orang.
sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti

2 hours ago
1















































