RI Bakal Bangun Tangki Penyimpanan Minyak Baru, Siapa Investornya?

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan sudah ada investor yang berminat untuk membangun tangki penyimpanan (storage) minyak mentah untuk ketahanan energi di Indonesia. Pembangunan storage ini menyusul niat pemerintah mengerek cadangan penyangga energi (CPE) di dalam negeri.

Bahlil memastikan bahwa investor untuk pembangunan storage baru di Indonesia, bukan berasal dari Amerika Serikat, melainkan kolaborasi antara investor dalam negeri dan luar negeri.

"Investasinya sudah ada, investornya sudah ada. Udah siap. Enggak (dari AS). Investasinya bisa di-blending antara dalam negeri dan dari luar," jelasnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Kamis (5/3/2026).

Adapun, Bahlil menegaskan sektor swasta lah yang akan membangun storage minyak mentah/crude baru di Indonesia. "Ya namanya bangun (baru), swasta lah. (Bangun storage) Crude. Kalau crude-nya ada, BBM-nya kan tangkinya bisa jalan," imbuhnya.

Bahlil menjelaskan, pembangunan storage ini mendesak dilakukan karena kapasitas penyimpanan yang ada saat ini tidak mencukupi untuk menampung pasokan impor dalam jumlah besar sekaligus.

"Bertahap, enggak bisa sekaligus satu kali datang karena kita punya daya simpanan enggak cukup. Jadi masalah kita itu sekarang adalah di storage. Makanya kami mau buat sekarang storage," tandasnya.

Sebelumnya, Bahlil mengatakan pemerintah menargetkan tahapan Sebagaimana diketahui, sebelumnya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merencanakan pembangunan kilang dan tangki penyimpanan minyak (oil storage) di berbagai wilayah. Mulai dari Lhokseumawe Aceh hingga Fakfak Papua Barat.

Hal ini menyusul diserahkannya 18 dokumen pra feasibility study (pra-FS) terkait proyek hilirisasi dari Tim Satgas Hilirisasi yang diketuai oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kepada CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani.

Berdasarkan bahan paparan Kementerian ESDM, proyek ini masuk dalam daftar prioritas hilirisasi dan ketahanan energi nasional dengan investasi mencapai Rp 232 triliun. Terdiri dari proyek kilang senilai Rp 160 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 44.000 tenaga kerja, dan proyek tangki minyak senilai Rp 72 triliun dengan serapan tenaga kerja 6.960.

Adapun, proyek pembangunan kilang dan tangki minyak nantinya akan tersebar di 18 wilayah. Seperti Lhokseumawe, Sibolga, Natuna, Cilegon, Sukabumi, Semarang, Surabaya, Sampang, Pontianak, Badung (Bali), Bima, Ende, Makassar, Dongala, Bitung, Ambon, Halmahera Utara, Fakfak.

(pgr/pgr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|