Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, SEMARANG— Progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jawa Tengah terus dikebut, dengan ribuan unit masih dalam tahap konstruksi guna memperkuat basis usaha di tingkat desa.
Hingga Sabtu (11/4/2026), tercatat 8.523 koperasi telah berbadan hukum di Jawa Tengah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.503 koperasi masih dalam proses pembangunan gedung, sementara 1.456 koperasi telah menyelesaikan pembangunan fasilitas operasional secara penuh.
Pembangunan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi desa. Keberadaan gedung operasional memungkinkan koperasi mengelola usaha, distribusi barang, hingga pelayanan anggota secara lebih optimal di masing-masing wilayah.
Di lapangan, sejumlah koperasi mulai menunjukkan kontribusinya. Puluhan koperasi telah terlibat dalam penyediaan kebutuhan dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), memperluas peran koperasi dalam rantai pasok pangan masyarakat.
Selain itu, ratusan koperasi juga menjalin kerja sama dengan Perum Bulog dalam program Gerakan Pangan Murah. Dari kerja sama tersebut, nilai transaksi tercatat mencapai sekitar Rp9,5 miliar, mencerminkan aktivitas ekonomi yang mulai bergerak di tingkat desa.
Pengembangan Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah tidak dilakukan secara seragam. Setiap daerah didorong menyesuaikan model usaha dengan potensi dan karakteristik wilayah masing-masing agar koperasi dapat tumbuh berkelanjutan.
Dengan jumlah desa yang besar dan tradisi berkoperasi yang telah mengakar, Jawa Tengah dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat koperasi sebagai fondasi ekonomi rakyat, seiring percepatan pembangunan fasilitas dan meningkatnya aktivitas usaha di lapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara

















































