
Pegawai mengakses inovasi Serasi yang dikembangkan RSUD Kota Jogja./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA— RSUD Kota Jogja kini mengintegrasikan pengadaan obat dan bahan medis habis pakai melalui inovasi Serasi (Sistem Registrasi Pengadaan Sediaan Farmasi Terintegrasi). Sistem tersebut menyatukan tahapan pengadaan yang sebelumnya tersebar di sejumlah unit sehingga perkembangannya dapat dipantau dalam satu sistem secara real-time.
Sebelum Serasi diterapkan, proses pengadaan melibatkan sejumlah unit dengan sistem yang terpisah. Di antaranya Instalasi Farmasi, Unit Pengadaan, Gudang Farmasi, petugas urusan, pengelola keuangan, hingga pengurus barang.
Kondisi tersebut membuat pemantauan data pengadaan, pencatatan tagihan, serta informasi pembayaran belum dapat dilakukan secara menyeluruh dalam satu sistem.
Satukan Data dari Perencanaan hingga Pembayaran
Inovator Serasi, Esti Handayani, mengatakan sistem tersebut dikembangkan untuk menyatukan berbagai data pengadaan agar pengelolaannya lebih terstruktur.
Integrasi dilakukan terhadap sejumlah tahapan, mulai dari perencanaan kebutuhan, penerimaan barang, pencatatan tagihan, hingga pembayaran.
“Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai data pengadaan agar dapat dikelola secara lebih terstruktur,” kata Esti, dikutip Rabu (26/8/2026).
Menurut Esti, unit-unit terkait juga dapat melihat perkembangan pengadaan secara real-time melalui Serasi. Pemantauan proses tidak lagi bergantung pada data yang tersebar di sejumlah sistem berbeda.
Dengan seluruh tahapan berada dalam satu sistem, informasi mengenai kebutuhan, barang yang diterima, tagihan, hingga pembayaran menjadi lebih mudah ditelusuri. Integrasi tersebut sekaligus memperkuat akuntabilitas pengelolaan sediaan farmasi di rumah sakit.
Pengadaan Obat Berkaitan dengan Anggaran Rumah Sakit
Integrasi pengadaan dinilai penting karena obat dan bahan medis habis pakai menyerap porsi besar anggaran rumah sakit. Pengelolaan yang lebih tertata diharapkan dapat membuat penggunaan anggaran lebih transparan.
Di sisi lain, sistem tersebut juga diarahkan untuk membantu menjaga ketersediaan sediaan farmasi yang dibutuhkan pasien. Dengan begitu, pengelolaan administrasi pengadaan tetap berjalan seiring dengan kebutuhan pelayanan.
“Melalui sistem ini, RSUD Kota Yogyakarta dapat memantau penggunaan anggaran secara lebih transparan sekaligus memastikan ketersediaan sediaan farmasi bagi pasien,” ujarnya.
Didukung Manajemen RSUD Kota Jogja
Penerapan Serasi mendapat dukungan manajemen RSUD Kota Jogja sebagai bagian dari penguatan tata kelola pengadaan berbasis teknologi informasi.
Sistem ini diharapkan membuat proses administrasi pengadaan menjadi lebih efektif dan efisien. Pemanfaatan teknologi juga diarahkan untuk memperkuat transparansi serta akuntabilitas pengelolaan sediaan farmasi.
RSUD Kota Jogja berharap Serasi dapat mendukung pengadaan yang lebih transparan dan efisien tanpa mengesampingkan kebutuhan pelayanan pasien. Inovasi tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan teknologi untuk memperkuat tata kelola sediaan farmasi di lingkungan rumah sakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































