Rudal Balistik Iran Serang Kilang Minyak Arab Saudi dan Irak

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah serangan rudal balistik dan drone dilaporkan menargetkan fasilitas militer, bandara, hingga kilang minyak di Arab Saudi dan Irak pada Sabtu (7/3/2026). Serangan tersebut terjadi di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel sejak akhir Februari lalu.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan telah berhasil mencegat sebuah rudal balistik yang ditembakkan ke pangkalan udara yang menampung personel militer Amerika Serikat. Dalam pernyataannya di platform X, kementerian tersebut mengatakan bahwa rudal tersebut diarahkan ke Pangkalan Udara Prince Sultan yang berada di tenggara ibu kota Riyadh.

"Rudal balistik yang diluncurkan menuju Pangkalan Udara Prince Sultan berhasil dicegat dan dihancurkan," tulis Kementerian Pertahanan Saudi.

Dalam insiden terpisah, kantor berita resmi Saudi Press Agency mengutip juru bicara kementerian pertahanan yang menyebut serangan drone juga menargetkan ladang minyak besar Shaybah yang berada di dekat perbatasan Uni Emirat Arab.

"Upaya serangan terhadap ladang Shaybah digagalkan; enam drone berhasil dicegat dan dihancurkan," demikian laporan kantor berita tersebut.

Iran diketahui meluncurkan sejumlah serangan rudal dan drone terhadap Israel serta negara-negara Teluk sejak perang dimulai dengan gelombang serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam tersebut pada 28 Februari lalu.

Arab Saudi yang merupakan eksportir minyak terbesar di dunia juga melaporkan sedikitnya dua serangan drone pada awal pekan ini yang menargetkan kilang minyak Ras Tanura di wilayah timur negara tersebut.

Sementara itu di Irak, serangan drone juga menghantam bandara dan fasilitas minyak pada Jumat (6/3/2026). Pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat dilaporkan menembak jatuh beberapa drone di atas kota Erbil di wilayah Kurdi setelah muncul peringatan adanya potensi serangan terhadap hotel-hotel yang sering dikunjungi warga asing.

Serangan terbaru yang diduga terkait Iran juga menghantam target milik kelompok oposisi Kurdi Iran di wilayah Kurdistan Irak utara, menyusul laporan bahwa militan kemungkinan mencoba melintasi perbatasan menuju Iran.

Seorang pejabat keamanan mengatakan kepada AFP bahwa Bandara Internasional Baghdad, yang juga menjadi lokasi pangkalan militer serta fasilitas diplomatik Amerika Serikat, diserang menggunakan drone dan rudal.

"Bandara Internasional Baghdad menjadi sasaran serangkaian serangan menggunakan drone dan rudal," ujar pejabat keamanan tersebut.

Sumber keamanan lain mengonfirmasi bahwa serangan drone tersebut diikuti oleh kebakaran di area bandara. Beberapa jam sebelumnya, otoritas Irak juga melaporkan bahwa roket ditembakkan ke arah fasilitas tersebut dari wilayah Abu Ghraib di dekat Baghdad. Pasukan keamanan kemudian menyita sebuah kendaraan yang berisi sisa roket yang belum digunakan.

Di provinsi Basra yang berada di selatan Irak, sebuah fasilitas minyak yang menampung perusahaan energi asing juga menjadi sasaran serangan dua kali. Seorang pejabat keamanan di Basra mengatakan dua drone berhasil ditembak jatuh di atas kompleks minyak Burjesia, tetapi satu drone lainnya berhasil menembus pertahanan dan menghantam lokasi tersebut.

"Dua drone berhasil ditembak jatuh di atas kompleks minyak Burjesia, namun satu drone berhasil lolos dan mengenai lokasi," kata pejabat tersebut.

Sebelumnya, sumber keamanan menyebut fasilitas tersebut, bersama satu ladang minyak lain dan bandara Basra, juga menjadi target serangan.

Irak selama ini dikenal sebagai medan persaingan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran. Pemerintah Irak menyatakan tidak ingin terseret dalam perang yang kini meluas di Timur Tengah. Namun kenyataannya negara tersebut tetap terdampak.

Sejak awal konflik, Irak telah menjadi lokasi berbagai serangan yang dituding dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap kelompok-kelompok yang didukung Iran. Kelompok tersebut menyatakan tidak akan bersikap netral dan telah mengklaim melakukan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Irak maupun wilayah lain di kawasan.

Wilayah otonom Kurdistan di Irak utara yang juga menampung pasukan Amerika Serikat menjadi salah satu sasaran utama serangan. Ledakan terdengar pada Jumat di dekat bandara di ibu kota wilayah tersebut, Erbil, tempat pasukan koalisi internasional beberapa kali mencegat drone.

Pasukan keamanan Kurdi menyatakan pasukan koalisi internasional berhasil menembak jatuh empat drone bermuatan bahan peledak di atas Erbil.

"Pasukan koalisi internasional menembak jatuh empat drone bermuatan bahan peledak di atas Erbil," kata pasukan keamanan Kurdi. Mereka menambahkan bahwa puing dari salah satu drone yang ditembak jatuh jatuh di dekat sebuah hotel, namun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Sebelumnya, Amerika Serikat juga telah memperingatkan bahwa kelompok pejuang yang didukung Iran kemungkinan menargetkan hotel-hotel di wilayah Kurdistan yang sering menjadi tempat menginap warga asing.

Kementerian sumber daya alam Kurdistan menyatakan produksi minyak di sebuah ladang yang dioperasikan perusahaan Amerika Serikat, HKN Energy, dihentikan setelah serangan yang terjadi sehari sebelumnya di provinsi Dohuk.

Menurut kementerian tersebut, serangan itu diluncurkan dari wilayah Irak yang berada di bawah pemerintah federal.

Sumber keamanan mengatakan kepada AFP bahwa serangan terhadap fasilitas tersebut dilakukan menggunakan dua drone.

Wilayah Kurdistan Irak juga menjadi lokasi kamp dan basis belakang beberapa kelompok pemberontak Kurdi Iran. Iran telah beberapa kali menyerang kelompok-kelompok tersebut sejak perang dimulai.

Teheran bahkan pada Jumat mengancam akan menargetkan "semua fasilitas" di wilayah Kurdistan jika militan Kurdi Iran diizinkan memasuki wilayah Iran.

Meski demikian, sejumlah sumber dari kelompok oposisi menyebut hingga kini tidak ada pasukan yang melintasi perbatasan menuju Iran. Namun pada Jumat, serangan baru kembali dilaporkan menghantam kelompok militan Kurdi Iran.

Seorang pejabat dari Partai Demokrat Kurdistan Iran (PDKI) yang berbasis di pengasingan mengatakan pangkalan mereka menjadi sasaran serangan.

"Basis-basis kami sedang diserang oleh musuh Iran," kata pejabat PDKI tersebut kepada AFP.

Kelompok Kurdi Iran disebut berharap perang yang sedang berlangsung dapat melemahkan Republik Islam Iran, bahkan sebagian di antaranya membuka kemungkinan untuk bersekutu dengan Amerika Serikat.

(fsd/fsd)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|