Jakarta, CNBC Indonesia - PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) berencana melakukan aksi korporasi berupa pemecahan saham (stock split) dengan rasio 1:5. Artinya, dalam aksi ini, setiap 1 saham lama akan dipecah menjadi 5 saham baru.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), nantinya, nominal saham perseroan juga akan berubah dari Rp25 per saham menjadi Rp5 per saham. Dengan pelaksanaan stock split tersebut, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh akan meningkat dari 4.227.082.500 saham menjadi 21.135.412.500 saham.
Manajemen RAJA aksi korporasi ini dilakukan dengan mempertimbangkan praktik yang lazim di pasar modal serta dalam rangka meningkatkan kualitas perdagangan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia.
"Pemecahan saham ini juga dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa harga saham Perseroan saat ini telah berada pada level yang relatif tinggi, yaitu sebesar Rp. 4.170 per saham (berdasarkan harga penutupan per 12
Mei 2026), yang mengakibatkan nilai investasi minimum untuk 1 lot saham Perseroan menjadi kurang terjangkau bagi sebagian investor," tulis manajemen, Rabu (13/5).
Adapun tujuan dan manfaatnya stock split antara lain, meningkatkan likuiditas perdagangan saham dan menambah jumlah saham beredar. Setelah pelaksanaan pemecahan saham diharapkan dapat meningkatkan frekuensi dan volume transaksi saham, sehingga likuiditas perdagangan
saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia menjadi lebih baik.
Kemudian, meningkatkan keterjangkauan harga saham bagi investor. Pemecahan saham akan mengakibatkan penurunan harga nominal per saham sehingga harga saham Perseroan
menjadi lebih terjangkau, khususnya bagi investor ritel, tanpa mengurangi nilai kapitalisasi pasar.
Lalu, juga untuk emperluas basis pemegang saham Perseroan. Dengan harga saham yang lebih terjangkau, sehingga diharapkan adanya peningkatan partisipasi investor, sehingga
jumlah pemegang saham menjadi lebih luas dan beragam.
Selain itu, mendukung terciptanya perdagangan saham yang lebih teratur, wajar, dan efisien. Peningkatan likuiditas dan partisipasi investor diharapkan dapat mendukung terciptanya mekanisme perdagangan saham yang mencerminkan kondisi pasar yang lebih teratur, wajar, dan efisien sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang pasar modal.
Serta, memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Dalam jangka panjang, peningkatan likuiditas dan basis investor diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap persepsi pasar serta mendukung peningkatan nilai Perseroan bagi seluruh pemegang saham.
Manajemen menegaskan bahwa pelaksanaan stock split tidak akan memberikan dampak negatif terhadap kondisi keuangan perseroan.
Selanjutnya, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juni 2026 di Hotel Shangri-La.
Berdasarkan jadwal yang telah disusun perseroan, akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan negosiasi akan berlangsung pada 13 Juli 2026. Sementara itu, recording date pemegang saham yang berhak memperoleh saham hasil stock split dijadwalkan pada 15 Juli 2026.
Perseroan menargetkan distribusi saham dengan nominal baru dilakukan pada 16 Juli 2026. Pada tanggal yang sama, saham RAJA dengan nominal baru juga mulai diperdagangkan di pasar reguler, negosiasi, dan tunai.
(fsd/fsd)
Addsource on Google

















































