Samsung Messages Disetop, Begini Cara Baru Kirim-Terima SMS

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Samsung akan menghentikan aplikasi pesan bawaannya, Samsung Messages, pada Juli mendatang. Langkah ini mengakhiri era platform SMS internal milik Samsung setelah perusahaan secara bertahap mengalihkan pengguna ke Google Messages sejak beberapa tahun terakhir.

Peralihan ini tidak lagi bersifat opsional. Pengguna yang tidak bermigrasi ke aplikasi lain berisiko mengalami gangguan dalam mengirim maupun menerima pesan sehari-hari. Setelah dinonaktifkan, Samsung Messages hanya akan berfungsi untuk komunikasi layanan darurat.

Samsung telah menyediakan panduan resmi bagi pengguna untuk beralih ke Google Messages, termasuk untuk perangkat yang masih menjalankan Android 12 dan Android 13.Perusahaan sebelumnya mulai mengurangi peran Samsung Messages sejak 2021 dengan menjadikan Google Messages sebagai aplikasi default di sejumlah perangkat Galaxy.

Perusahaan menyebut Google Messages menawarkan sejumlah peningkatan seperti dukungan RCS, fitur keamanan yang lebih stabil, hingga konektivitas lintas perangkat yang lebih baik. Aplikasi tersebut juga dibekali deteksi spam berbasis AI, filter spam otomatis, akses lintas perangkat, hingga integrasi fitur AI Gemini.

Untuk membantu proses perpindahan, pengguna akan menerima notifikasi langsung di aplikasi Samsung Messages. Saat notifikasi muncul, pengguna hanya perlu membuka atau mengunduh Google Messages. Kemudian, pili opsi "Set as default" agar aplikasi tersebut menjadi aplikasi SMS utama.

Samsung belum mengungkap tanggal pasti penghentian layanan di bulan Juli. Namun perusahaan memastikan setelah masa itu berakhir, aplikasi Samsung Messages tidak lagi dapat digunakan untuk komunikasi normal.

Pengguna perangkat dengan Android 11 atau lebih lama memang tidak terdampak langsung. Meski begitu, Samsung tetap menyarankan pengguna beralih ke aplikasi pesan yang masih didukung untuk menghindari gangguan layanan di masa depan.

Dampak lain juga dirasakan pengguna Galaxy Watch lama yang masih menggunakan sistem operasi Tizen. Perangkat tersebut tidak lagi dapat mengakses riwayat percakapan penuh karena tidak mendukung Google Messages. Namun pengguna masih bisa membaca dan mengirim SMS. Sementara Galaxy Watch 4 dan model terbaru berbasis WearOS tetap dapat mengakses percakapan secara penuh.

Dampak lain juga dirasakan pengguna Galaxy Watch lama yang masih menggunakan sistem operasi Tizen. Perangkat tersebut tidak lagi dapat mengakses riwayat percakapan penuh karena tidak mendukung Google Messages. Namun pengguna masih bisa membaca dan mengirim SMS.

Sementara Galaxy Watch 4 dan model terbaru berbasis WearOS tetap dapat mengakses percakapan secara penuh.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|