Samsung Panen Cuan Jumbo, Bukan Gara-gara Jualan HP

2 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Samsung Electronics melaporkan kinerja positif pada kuartal-I (Q1) 2026, dengan laba operasional meningkat delapan kali lipat secara tahun-ke-tahun (YoY). Angka ini mencatat rekor baru yang melampaui estimasi analis, didorong oleh pertumbuhan bisnis chip.

Samsung membukukan pendapatan 133,9 triliun won, lebih tinggi dari ekspektasi analis di angka 132,69 triliun won. Untuk laba operasional, raksasa Korea Selatan itu meraup 57,2 triliun won atau lebih banyak ketimbang prediksi analis sebesar 55,28 triliun won.

Laba kuartalan Samsung menanjak lebih dari 750% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatannya juga pecah rekor dengan pertumbuhan 70% YoY.

Kinerja di awal 2026 ini memperpanjang momentum dari Q4 2025, ketika Samsung berhasil memecahkan rekor laba operasional tertinggi sebelumnya pada 2018, yakni sebesar 17,6 triliun won.

Guncangan pada industri smartphone akibat kelangkaan chip memori global, nyatanya tidak berpengaruh pada kinerja keseluruhan Samsung Electronics. Pasalnya, Samsung juga merupakan salah satu produsen chip memori kawakan.

Kinerja moncernya di Q1 2026 menunjukkan kekuatan pada bisnis chip. Unit bisnis tersebut merupakan salah satu yang meraih keuntungan besar akibat ledakan data center AI global. Meskipun, ledakan AI ini yang menciptakan krisis kelangkaan chip memori global dan berdampak pada lonjakan harga perangkat elektronik konsumen seperti HP dan laptop.

Dalam laporan kinerjanya, Samsung memprediksi permintaan server memori akan terus menguat ke semester kedua 2026, seiring penyedia layanan cloud berskala besar terus mengakomodasi adopsi AI dan permintaan AI yang berorientasi pada agen makin meningkat.

Saham Samsung melonjak sekitar 1% di Korea Selatan setelah pengumuman pendapatan, tetapi kemudian mengalami penurunan pada perdagangan sore hari, turun 0,8%. Sahamnya telah naik sekitar 90% sepanjang tahun ini.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|