Sekolah Rakyat Kulonprogo Dikebut, Target Rampung Juni 2026

4 hours ago 2

Sekolah Rakyat Kulonprogo Dikebut, Target Rampung Juni 2026 Foto ilustrasi sekolah rakyat, dibuat menggunakan AI ChatGPT.

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kini tengah memacu percepatan pembangunan proyek Sekolah Rakyat Tahap II yang berlokasi di Kabupaten Kulonprogo, DIY. Proyek strategis nasional ini ditargetkan tuntas sepenuhnya pada Juni 2026 sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan berkualitas dengan fasilitas terpadu.

Berdiri di atas lahan seluas 7,1 hektare, Sekolah Rakyat ini mengambil lokasi di Kelurahan Bulurejo, Kapanewon Lendah, Kulonprogo. Hingga April ini, progres fisik konstruksi dilaporkan telah menyentuh angka 38 persen, menunjukkan tren positif menuju target penyelesaian di pertengahan tahun depan.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan investasi sumber daya manusia yang tidak bisa ditunda. Meski pengerjaan dipercepat, ia mewanti-wanti agar kualitas bangunan tetap menjadi prioritas utama demi keamanan dan kenyamanan siswa.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul,” tegas Dody melalui keterangan resminya pada Senin (27/4/2026).

Fasilitas Mewah Berbasis Teknologi untuk Masyarakat Menengah Bawah

Meskipun menyandang nama "Sekolah Rakyat", fasilitas yang disediakan tergolong sangat modern. Proyek yang menelan dana APBN senilai Rp214 miliar ini dirancang mampu menampung hingga 1.080 siswa, dengan prioritas utama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Kawasan pendidikan terpadu ini nantinya akan dilengkapi dengan ruang kelas berbasis teknologi terkini, pusat pembelajaran digital, perpustakaan modern, hingga laboratorium keterampilan khusus. Tidak hanya ruang belajar, pemerintah juga menyediakan asrama bagi siswa dan tenaga pendidik untuk mendukung lingkungan belajar yang lebih intensif.

Strategi Kerja Paralel Guna Kejar Target

Guna memastikan proyek tidak meleset dari jadwal, Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis DIY Kementerian PU menerapkan sistem kerja paralel di berbagai zona konstruksi. Pihak kontraktor, PT Abadi Karya Pradanaraya (KSO), juga mulai menambah jumlah tenaga kerja secara bertahap seusai melakukan evaluasi lapangan.

Selain fasilitas akademik, kompleks sekolah ini akan ditunjang dengan sarana pendukung yang lengkap, mulai dari klinik kesehatan, kantin sehat, lapangan olahraga, hingga ruang terbuka hijau yang luas. Kehadiran fasilitas ini diharapkan tidak hanya memangkas kesenjangan pendidikan di Kulonprogo, tetapi juga menjadi model baru sekolah terpadu yang rimbun dan edukatif di wilayah DIY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|