Selat Hormuz Dibuka Lagi, Begini Reaksi Dunia

4 hours ago 1
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling vital di dunia kembali dibuka, meski dibayangi pesan yang saling bertolak belakang dari para aktor utama konflik.

Pemerintah Iran dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat (17/4/2026) sama-sama menyatakan bahwa Selat Hormuz kini terbuka bagi kapal komersial. Pernyataan itu muncul di tengah gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang mulai berlaku sehari sebelumnya, memicu optimisme hati-hati di pasar dan komunitas internasional.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Jumat menyebut jalur tersebut telah "sepenuhnya terbuka". "Ia 'dinyatakan sepenuhnya terbuka' dan akan tetap terbuka selama sisa periode gencatan senjata 10 hari Israel-Lebanon," tulisnya.

Berikut sejumlah pernyataan negara maupun lembaga dunia terkait kembali dibukanya Selat Hormuz, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera:

Amerika Serikat

"Selat Hormuz sepenuhnya terbuka dan siap untuk aktivitas bisnis serta pelayaran penuh, namun blokade angkatan laut akan tetap berlaku sepenuhnya dan efektif khusus terhadap Iran saja, sampai kesepakatan kami dengan Iran benar-benar tuntas 100%," tulis Donald Trump di Truth Social.

Beberapa menit kemudian, ia mengunggah pernyataan lain yang menyebutkan bahwa blokade Angkatan Laut AS terhadap kapal dan pelabuhan Iran "akan tetap berlaku penuh" sampai Teheran mencapai kesepakatan dengan Washington, termasuk terkait program nuklirnya.

Belakangan, Trump mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran sudah "dekat", seraya menegaskan tidak ada lagi "titik ganjalan" antara Washington dan Teheran.

Iran

Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengunggah di platform X bahwa selat tersebut "dinyatakan sepenuhnya terbuka" dan akan tetap terbuka selama sisa masa gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon yang mulai berlaku sejak Kamis malam hingga Jumat.

Namun, sejumlah laporan media pemerintah Iran kemudian tampak bertentangan dengan pernyataan tersebut. Seorang pejabat militer senior mengatakan kepada media negara bahwa hanya kapal nonmiliter yang diizinkan melintas, itu pun dengan izin dari Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC).

Kantor berita Fars, yang dekat dengan IRGC, mencatat adanya "keheningan yang aneh dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi", lembaga pengambil keputusan utama de facto di negara tersebut, di tengah ketidakjelasan status pemimpin tertinggi baru, Mojtaba Khamenei.

Inggris

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menjadi tuan rumah bersama pertemuan mengenai potensi misi militer untuk mengamankan Selat Hormuz bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris pada Jumat, dengan sekitar 30 hingga 40 negara berpartisipasi secara langsung maupun melalui konferensi video.

Di sela-sela pertemuan, Starmer menyambut dengan hati-hati kabar pembukaan kembali selat tersebut, namun menegaskan bahwa langkah itu harus menjadi "baik berkelanjutan maupun dapat dijalankan secara praktis".

Ia mengatakan Inggris dan Prancis akan memimpin misi multinasional yang "sepenuhnya bersifat damai dan defensif" untuk melindungi kebebasan navigasi segera setelah kondisi memungkinkan.

Prancis

Berbicara setelah pertemuan, Macron mengatakan, "Kita semua menuntut pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh, segera, dan tanpa syarat oleh semua pihak."

"Kita semua menolak segala pembatasan atau sistem kesepakatan yang pada praktiknya sama dengan upaya untuk memprivatisasi selat tersebut, dan tentu saja setiap sistem tarif," tambahnya.

Kantor Macron menyebut peran anggota koalisi internasional yang bekerja untuk membuka kembali selat itu dapat mencakup "intelijen, kemampuan pembersihan ranjau, pengawalan militer [dan] prosedur komunikasi dengan negara pesisir".

Jerman

Kanselir Friedrich Merz mengatakan Jerman dapat berkontribusi dalam pembersihan ranjau dan kemampuan intelijen untuk misi internasional tersebut, namun memerlukan dukungan parlemen serta "dasar hukum yang aman" seperti resolusi Dewan Keamanan PBB.

Ia juga menyatakan menginginkan keterlibatan AS dalam misi internasional untuk mengamankan pelayaran melalui Selat Hormuz. "Kami percaya hal itu akan diinginkan," ujarnya.

Trump kemudian tampak menolak tawaran tersebut, dengan mengatakan di media sosial bahwa ia menerima panggilan dari NATO, namun menolak bantuannya secara tegas.

Finlandia

Presiden Finlandia Alexander Stubb, yang turut serta dalam pertemuan di Paris, menulis di X, "Kami menyambut pengumuman Iran mengenai pembukaan selat tersebut. Solusi jangka panjang membutuhkan diplomasi."

Perserikatan Bangsa-Bangsa
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Jumat menyambut pembukaan Selat Hormuz oleh Iran dan menyebutnya sebagai "langkah ke arah yang benar".

Organisasi Maritim Internasional

Arsenio Dominguez, sekretaris jenderal badan pelayaran PBB, mengatakan, "Kami saat ini sedang memverifikasi pengumuman terbaru terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, dalam hal kepatuhannya terhadap kebebasan navigasi bagi semua kapal niaga dan keamanan pelayaran."

Perusahaan Pelayaran

Asosiasi Pemilik Kapal Norwegia menyatakan masih ada sejumlah hal yang harus diklarifikasi sebelum kapal dapat melintasi selat tersebut, termasuk keberadaan ranjau, syarat dari Iran, serta implementasi di lapangan.

"Jika ini merupakan langkah menuju pembukaan, maka ini adalah perkembangan yang disambut baik," kata Knut Arild Hareide, CEO asosiasi yang mewakili 130 perusahaan dengan sekitar 1.500 kapal.

Seorang juru bicara perusahaan pelayaran Jerman Hapag-Lloyd mengatakan pihaknya mulai menilai situasi baru dan risiko yang terlibat. "Untuk sementara ini, kami masih menahan diri untuk melintasi selat tersebut."

Dalam pernyataannya, perusahaan Denmark Maersk mengatakan telah mencatat pengumuman tersebut. "Keselamatan awak kapal, kapal, dan kargo pelanggan tetap menjadi prioritas kami. Sejak konflik pecah, kami mengikuti panduan dari mitra keamanan kami di kawasan, dan rekomendasinya sejauh ini adalah menghindari melintasi Selat Hormuz."

"Setiap keputusan untuk melintasi selat akan didasarkan pada penilaian risiko serta pemantauan ketat terhadap situasi keamanan, dengan perkembangan terbaru juga dimasukkan dalam evaluasi yang sedang berlangsung."

Pasar

Harga minyak anjlok setelah pengumuman Iran bahwa jalur pelayaran bagi kapal komersial akan tetap "sepenuhnya terbuka" selama masa gencatan senjata 10 hari di Lebanon.

"Berita ini memberikan dampak langsung pada pasar," kata Kathleen Brooks, direktur riset di XTB. "Ini adalah perkembangan terbesar sejauh ini selama gencatan senjata, dan memberikan harapan bahwa perang akan segera berakhir, serta rantai pasok akan kembali ke kondisi yang lebih normal."

(luc/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|