Pejabat keamanan Pakistan memblokir jalan ketika kendaraan yang membawa pejabat AS lewat setelah mereka tiba di Pangkalan Udara Nur Khan, menjelang pembicaraan yang melibatkan delegasi AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, 10 April 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD— Waktu yang dihabiskan para negosiator Iran dan Amerika Serikat di Islamabad selama 21 jam tidak cukup untuk menjembatani jurang pemisah yang dalam antara kedua negara.
Hal ini karena negosiasi langsung dan bersejarah tersebut berakhir tanpa kesepakatan, dan delegasi kedua negara pun meninggalkan Pakistan.
Sementara dunia menanti terobosan yang segera terjadi setelah perang oleh Amerika dan Israel terhadap Iran yang menewaskan dan melukai ribuan orang serta meluas ke beberapa negara di Timur Tengah selama 40 hari, sebelum diumumkannya gencatan senjata yang rapuh selama dua pekan.
Semua orang kini bertanya-tanya mengenai poin-poin perselisihan antara kedua negara yang menyebabkan kegagalan pembicaraan tersebut.
Dalam laporan ini, Aljazeera, dikutip Senin (13/4/2026) menelusuri penyebab kegagalan negosiasi, berdasarkan pernyataan dan bocoran dari pihak Iran dan Amerika yang terangkum dalam delapan poin berikut:
Pertama, komitmen jelas
JD Vance, Wakil Presiden AS yang memimpin delegasi negaranya dalam pembicaraan tersebut, mengatakan, "Fakta sederhananya adalah kami membutuhkan komitmen yang jelas bahwa mereka tidak akan berusaha memperoleh senjata nuklir, dan tidak akan berusaha memperoleh alat-alat yang memungkinkan mereka mengembangkan senjata nuklir dengan cepat, dan inilah tujuan utama Presiden Amerika Serikat, dan inilah yang kami coba capai melalui negosiasi ini."

1 week ago
19

















































