Sempat Longsor Tiga Kali, Jalur Clongop Gunungkidul Kembali Dibuka

3 hours ago 2

Sempat Longsor Tiga Kali, Jalur Clongop Gunungkidul Kembali Dibuka Aktivitas lalu lintas di jalan baru di Tanjakan Clongop di Kalurahan Watugajah, Gedangsari. Nampak terlihat bekas-bekas tenda milik pedagang yang ditinggalkan begitu saja. Senin (1/9 - 2025).Harian Jogja / David Kurniawan.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Jalur Clongop di Kalurahan Watugajah, Kapanewon Gedangsari, kembali dibuka setelah sempat ditutup akibat longsor dalam beberapa hari terakhir. Meski sudah bisa dilalui, pengendara diminta tetap waspada karena potensi longsor susulan masih tinggi.

Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto, mengatakan jalur tersebut kembali dibuka setelah terjadi longsor susulan pada Sabtu (7/3/2026).

“Sudah kembali dibuka setelah terjadi longsor susulan pada Sabtu (7/3/2026),” kata Eko saat dihubungi wartawan, Selasa (10/3/2026).

Ia menjelaskan penanganan permanen masih menunggu kebijakan dari Pemerintah DIY karena status jalan tersebut merupakan jalan provinsi. Eko juga mengakui jalur tersebut masih rawan longsor, terutama saat hujan deras.

Karena itu, pengendara yang melintas dari wilayah Gunungkidul menuju Klaten atau sebaliknya diminta menghindari jalur tersebut ketika kondisi cuaca buruk.

“Bisa lewat Jelok di Kalurahan Mertelu atau jalur Serut. Sebenarnya kalau tidak hujan jalur Clongop tetap aman dilewati,” ujarnya.

Longsor Terjadi Tiga Kali dalam Sepekan

Dalam sepekan terakhir, kawasan tersebut dilaporkan mengalami tiga kali longsor. Longsor pertama terjadi pada Sabtu (28/2/2026), kemudian disusul kejadian kedua pada Selasa (3/3/2026).

Tim gabungan membutuhkan waktu beberapa hari untuk membersihkan material longsoran yang menutup badan jalan. Namun, setelah pembersihan selesai pada Sabtu (7/3/2026) sore, longsor kembali terjadi di lokasi yang sama.

Akibatnya, jalur penghubung menuju wilayah Wedi sempat ditutup sementara.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, mengatakan pembersihan material longsor dilakukan dengan menerjunkan tiga alat berat.

“Kami lakukan pembersihan material longsor susulan ini dengan menerjunkan tiga alat berat,” katanya, Minggu (8/3/2026).

Potensi Longsor Susulan Masih Tinggi

Menurut Edy, hasil pengamatan di lapangan menunjukkan masih terdapat rekahan tanah di bagian puncak bukit. Kondisi ini membuat potensi longsor susulan masih cukup tinggi, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali turun.

Selain melakukan pengerukan dan pembersihan material longsoran, petugas juga melakukan pemotongan sejumlah pohon di sekitar tebing untuk mengurangi beban tanah.

Langkah ini dilakukan agar jika terjadi longsor susulan, material yang menutup jalan tidak terlalu banyak.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menambahkan penanganan sementara saat ini difokuskan pada pembersihan material longsoran agar jalan tetap dapat dilalui.

Sementara itu, Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Bina Marga DPUP-ESDM DIY, Wira Sasongko Putro, mengatakan penanganan yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara.

“Masih sebatas membersihkan material yang menutupi jalan dan lainnya. Di sekitar lokasi juga masih rawan longsor susulan,” katanya.

Ia menambahkan desain pengamanan permanen untuk mengantisipasi longsor masih menunggu hasil kajian dari tim ahli.

“Sekarang masih dikaji, tapi mudah-mudahan segera ada hasilnya sehingga dapat dilakukan penanganan secara permanen,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|