REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ulama besar Nusantara, Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Banteni, dalam kitab Nashaihul Ibad mengingatkan bahaya perilaku yang dapat merusak keimanan. Ia mengutip sabda Nabi Muhammad SAW tentang sepuluh golongan yang mengaku Muslim, namun terancam kufur jika menghalalkan perbuatan-perbuatan tercela, mulai dari menumpahkan darah tanpa hak hingga menebar fitnah di tengah masyarakat.
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, "Ada sepuluh orang dari umat ini yang kafir terhadap Allah Yang Maha Agung, tapi mereka mengaku sebagai mukmin. (Di antara mereka) adalah orang yang membunuh seorang Muslim atau Dzimmi (orang kafir yang tinggal di negara Islam dan taat kepada pemerintah) tanpa ada sebab yang hak (memperbolehkan membunuh). Penyihir. Orang yang acuh tidak acuh (masa bodoh atau tidak memperhatikan) yang tidak punya rasa cemburu terhadap keluarganya. Orang yang tidak mau membayar zakat. Orang yang suka minum khamer (minuman yang memabukan)."
"Orang yang sudah mampu berhaji tapi justru tidak menunaikannya. Orang yang mengobarkan api fitnah. Orang yang menjual senjata kepada ahli perang. Orang yang menggauli perempuan (istrinya) pada duburnya. Orang yang menggauli saudara mahram. Jika mereka mengira bahwa perbuatan-perbuatan ini halal, maka ia menjadi kafir."
"Ada sebagaian kecemburuan yang dicintai oleh Allah dan ada pula yang dibenci oleh-Nya. Sesungguhnya kesombongan itu juga ada yang dicintai oleh Allah dan ada pula yang dibenci oleh-Nya. Adapun kecemburuan yang dicintai oleh Allah itu adalah kecemburuan terhadap hal yang mencurigakan. Sedangkan kecemburuan yang dibenci oleh Allah itu adalah kecemburuan bukan pada hal yang mencurigakan. Adapun kesombongan yang dicintai oleh Allah itu adalah kesombongan seorang dalam perang dan pada waktu bersedekah (supaya diikuti oleh orang lain). Sedangkan kesombongan yang dibenci oleh Allah itu adalah kesombongan seseorang dalam kezaliman dan keangkuhan."

4 hours ago
2














































