Serangan Teror di Pakistan Tewaskan 21 Orang, 15 Polisi

4 hours ago 4

Newswire

Newswire Sabtu, 19 September 2026 11:27 WIB

Harianjogja.com, KOHAT—Serangan teror yang menyasar sebuah kantor polisi di Kota Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, menewaskan 21 orang. Sebanyak 15 korban tewas merupakan anggota polisi, berdasarkan laporan surat kabar Dawn yang mengutip pejabat kepolisian dan petugas medis setempat, Jumat (18/9).

Selain korban meninggal dunia, lebih dari 80 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Tiga di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Sebelumnya, stasiun televisi Geo News melaporkan sedikitnya 16 orang tewas dan lebih dari 50 orang terluka dalam serangan tersebut.

Kendaraan Penuh Bahan Peledak Tabrak Gerbang

Serangan terjadi ketika sebuah kendaraan yang membawa bahan peledak menabrak gerbang kompleks kantor polisi. Kendaraan tersebut kemudian meledak dan memicu kerusakan di sekitar lokasi.

Setelah ledakan, tujuh militan bersenjata memasuki gedung kantor polisi. Pasukan keamanan kemudian melakukan tindakan terhadap para pelaku.

Enam dari tujuh militan tersebut dilumpuhkan oleh pasukan keamanan. Mereka termasuk seorang pelaku bom bunuh diri dan seorang penembak jitu.

Ledakan juga berdampak pada masjid yang berada di sebelah kompleks kepolisian. Kerusakan parah terjadi pada bangunan masjid hingga salah satu dindingnya runtuh.

Operasi Penyelamatan Masih Berlangsung

Operasi penyelamatan masih dilakukan di lokasi kejadian untuk menangani dampak serangan dan mencari korban.

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengutuk serangan tersebut. Keduanya menginstruksikan pihak berwenang memberikan bantuan medis kepada para korban.

Selain penanganan korban, pihak berwenang juga diminta menyampaikan laporan mengenai sifat serta penyebab ledakan yang terjadi di kompleks kantor polisi tersebut.

Aksi terorisme tidak hanya menghancurkan infrastruktur fisik dan merenggut korban jiwa, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis yang mendalam serta berkepanjangan bagi para korban dan masyarakat.

Rasa takut yang ditebar secara masif berpotensi merusak tatanan sosial, memicu rasa saling curiga antarwarga, hingga mengikis toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Di sektor ekonomi, teror menyebabkan ketidakpastian pasar, menurunkan tingkat investasi, serta melumpuhkan industri pariwisata yang bergantung pada stabilitas keamanan.

Oleh karena itu, penanganan dampak teror membutuhkan rehabilitasi trauma yang komprehensif, pemulihan ekonomi kawasan, serta penguatan rasa persatuan nasional untuk melawan segala bentuk radikalisme.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|