Setir Mobil Tiba-tiba Berat? Waspada, Ini 8 Penyebabnya!

1 hour ago 2

Jumali

Jumali Senin, 27 Juli 2026 09:17 WIB


Harianjogja.com, JOGJA— Pernahkah Anda merasakan setir mobil tiba-tiba terasa berat dan sulit diputar, terutama saat hendak parkir atau melintasi jalanan kota yang padat? Kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga bisa menjadi sinyal bahaya dari sistem kemudi kendaraan Anda. Jika dibiarkan, masalah ini bisa mengurangi kendali Anda atas mobil dan berpotensi membahayakan keselamatan di jalan.

Namun, jangan panik! Sebagian besar penyebab setir berat masih bisa diatasi selama Anda mengetahui gejalanya sejak dini. Berikut adalah delapan penyebab utama yang sering membuat setir mobil terasa berat, serta langkah-langkah praktis yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya.

8 Penyebab Setir Mobil Terasa Berat, seperti dilansir dari laman Suzuki: 

1. Pompa Power Steering Bermasalah

Pada mobil dengan sistem power steering hidrolik, pompa berfungsi mengalirkan cairan dan menjaga tekanan agar kemudi tetap ringan. Jika pompa mengalami kerusakan, biasanya akan muncul bunyi mendesis atau suara tidak normal saat setir diputar. Ini pertanda bahwa tekanan hidrolik menurun, sehingga setir terasa lebih berat.

2. Cairan Power Steering Berkurang atau Menurun Kualitasnya

Cairan power steering yang habis, tercemar, atau sudah terlalu lama digunakan dapat menurunkan tekanan hidrolik secara signifikan. Akibatnya, putaran setir menjadi lebih berat dibandingkan kondisi normal. Periksa secara rutin volume dan warna cairan ini; jika sudah keruh atau berkurang, segera lakukan penggantian.

3. Rack Steering Mengalami Kerusakan

Rack steering adalah komponen yang menghubungkan putaran setir dengan roda depan. Jika komponen ini aus atau rusak, respons kemudi akan terganggu. Setir mungkin terasa berat meskipun roda masih bisa bergerak. Kerusakan pada rack steering biasanya membutuhkan perbaikan profesional.

4. Gangguan pada Sistem Kelistrikan

Mobil modern banyak menggunakan Electric Power Steering (EPS) yang mengandalkan motor listrik dan sensor. Kerusakan pada motor, kabel, sekring, atau sensor dapat mengurangi bantuan kemudi, sehingga setir menjadi lebih sulit diputar.

5. Sabuk Serpentine Bermasalah

Sabuk serpentine berperan menggerakkan berbagai komponen mesin, termasuk pompa power steering pada sistem hidrolik. Sabuk yang retak, aus, atau bahkan putus dapat menyebabkan bantuan kemudi tidak bekerja secara optimal.

6. Komponen Suspensi Aus

Kerusakan pada shock absorber, strut, bushing, atau komponen suspensi lainnya tidak hanya memengaruhi kenyamanan berkendara, tetapi juga dapat membuat setir terasa lebih berat saat bermanuver. Suspensi yang aus mengganggu kestabilan kendaraan dan distribusi berat.

7. Tekanan Angin Ban Tidak Sesuai

Tekanan ban yang terlalu rendah meningkatkan hambatan saat roda berputar. Akibatnya, setir akan terasa lebih berat dan konsumsi bahan bakar pun bisa membengkak. Pastikan tekanan angin ban selalu sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

8. Long Tie Rod Aus

Long tie rod berfungsi meneruskan gerakan dari rack steering ke roda depan. Jika komponen ini aus, sinkronisasi gerakan roda akan berkurang, membuat setir terasa lebih berat dan respons kemudi menjadi kurang presisi.

5 Langkah Mengatasi Setir Mobil Berat

Jika Anda mulai merasakan gejala setir berat, segera lakukan langkah-langkah berikut agar kerusakan tidak semakin parah:

  • Periksa Sistem Kemudi Secara Menyeluruh: Lakukan pengecekan terhadap pompa, rack steering, tie rod, hingga motor power steering. Jika tidak memiliki peralatan atau keahlian yang memadai, sebaiknya bawa ke bengkel resmi atau bengkel tepercaya untuk diagnosis yang akurat.
  • Cek dan Ganti Cairan Power Steering: Pastikan volume dan kualitas cairan power steering masih sesuai standar. Bila cairan sudah keruh atau berkurang, segera ganti dan periksa apakah ada kebocoran di sistem.
  • Pastikan Tekanan Ban Sesuai: Periksa tekanan angin ban secara berkala menggunakan alat ukur. Ban dengan tekanan yang tepat membuat setir lebih ringan, menjaga stabilitas, dan memperpanjang usia ban.
  • Lakukan Spooring dan Balancing: Jika kemudi masih terasa berat meskipun seluruh komponen dalam kondisi baik, lakukan spooring dan balancing. Proses ini membantu mengembalikan keselarasan roda, meningkatkan kenyamanan, dan membuat setir terasa lebih responsif.
  • Rutin Melakukan Servis Berkala: Servis berkala adalah langkah paling efektif untuk menjaga seluruh komponen sistem kemudi tetap optimal. Pemeriksaan rutin memungkinkan kerusakan kecil terdeteksi lebih awal, sehingga biaya perbaikan bisa ditekan.
  • Jangan pernah mengabaikan gejala setir yang mulai terasa berat. Kenyamanan dan keselamatan Anda di jalan sangat bergantung pada kondisi sistem kemudi yang prima. Lakukan perawatan berkala dan segera periksakan ke bengkel terpercaya jika menemukan tanda-tanda gangguan. Dengan setir yang ringan dan responsif, perjalanan Anda akan terasa lebih aman dan menyenangkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|