Jumali Jum'at, 24 Juli 2026 13:17 WIB
Harianjogja.com, JOGJA—Kabar mengejutkan datang dari Korea Selatan yang menyeret nama pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong. Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) dilaporkan menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas di sepak bola Korea Selatan selama 10 tahun kepada mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut.
Keputusan itu menjadi sorotan karena dijatuhkan saat Shin Tae-yong tengah mempersiapkan Persija Jakarta menghadapi kompetisi Super League 2026/2027. Meski demikian, hukuman tersebut hanya berlaku di wilayah yurisdiksi sepak bola Korea Selatan sehingga tidak menghalangi aktivitas kepelatihannya di Indonesia.
Informasi mengenai sanksi tersebut diberitakan sejumlah media Korea Selatan, termasuk Yonhap News TV, News1, dan Channel A. Berdasarkan laporan media setempat, hukuman dijatuhkan setelah Komite Disiplin KFA menyelesaikan proses pemeriksaan terkait dugaan tindakan kasar yang dilakukan Shin Tae-yong ketika menangani klub Ulsan HD.
Kasus ini berawal saat Shin Tae-yong dipercaya menangani Ulsan HD pada periode Agustus hingga Oktober 2025. Masa kepemimpinannya di klub tersebut berlangsung singkat dan diwarnai berbagai dinamika internal.
Sejumlah pemain disebut tidak nyaman dengan metode kepelatihan yang diterapkan mantan pelatih Timnas Korea Selatan itu. Situasi kemudian berkembang setelah muncul rekaman video yang memperlihatkan momen Shin Tae-yong menampar pipi pemain Ulsan HD, Jeong Seung-hyeon, dalam sebuah acara perkenalan tim.
Video tersebut memicu perdebatan di Korea Selatan. Tindakan yang di beberapa lingkungan sepak bola dianggap sebagai bentuk keakraban atau candaan justru mendapat perhatian serius dari otoritas sepak bola setempat.
Di tengah kontroversi tersebut, performa Ulsan HD juga mengalami penurunan. Klub bahkan dikabarkan sempat terperosok ke zona degradasi sebelum akhirnya memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Shin Tae-yong hanya sekitar dua bulan setelah penunjukannya.
KFA bersama Pusat Etika Olahraga di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan kemudian melakukan investigasi terhadap kasus tersebut.
Dalam laporannya, Yonhap News TV menyebut Komite Disiplin KFA telah menggelar sidang dan mengambil keputusan terkait pelanggaran yang dituduhkan kepada Shin Tae-yong.
“Baru-baru ini Komite Disiplin menggelar sidang dan memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada mantan pelatih Shin Tae-yong,” tulis laporan media tersebut.
Meski sanksi telah diumumkan, KFA tidak mengungkap secara rinci pertimbangan maupun detail pelanggaran yang menjadi dasar hukuman tersebut. Federasi beralasan informasi itu berkaitan dengan data pribadi yang bersifat sensitif.
“Kami hanya diberitahu bahwa detail tindakan disiplin tersebut tidak dapat diungkapkan karena melibatkan informasi pribadi yang sensitif,” ujar salah seorang pejabat KFA sebagaimana dikutip dari News1..
Sanksi larangan selama 10 tahun itu disebut mencakup aktivitas kepelatihan maupun kegiatan lain yang berkaitan dengan sepak bola profesional di Korea Selatan.
Namun, hukuman tersebut tidak berlaku secara internasional. Dengan demikian, Shin Tae-yong tetap dapat melatih klub atau tim di luar Korea Selatan.
Kondisi itu membuat posisinya sebagai pelatih kepala Persija Jakarta tidak terdampak secara langsung. Saat ini, Shin Tae-yong masih fokus membangun kekuatan Macan Kemayoran untuk menghadapi musim baru, termasuk menjalani persiapan menuju berbagai agenda kompetisi yang akan datang.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Shin Tae-yong terkait keputusan Komite Disiplin KFA tersebut. Publik sepak bola Indonesia pun masih menunggu tanggapan langsung dari pelatih yang sempat membawa Timnas Indonesia mencatat berbagai pencapaian penting selama masa kepemimpinannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































