Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus berupaya mendongkrak indeks literasi masyarakat melalui penguatan infrastruktur fisik dan nonfisik secara beriringan.
Langkah strategis yang kini tengah dimatangkan adalah rencana pembangunan gedung baru Perpustakaan Daerah (Perpusda) Sleman yang lebih representatif guna memenuhi kebutuhan referensi dan ruang edukasi bagi warga Bumi Sembada.
Proyek ambisius ini rencananya akan menempati lahan milik Pemkab Sleman yang berlokasi strategis di dekat kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Sleman, Shavitri Nurmala Dewi, mengungkapkan bahwa dokumen detail engineering design (DED) saat ini sedang dalam tahap peninjauan ulang.
“Rencana Pak Bupati memang membangun perpustakaan baru. Kalau sesuai rencana, semoga tahun depan bisa dimulai pembangunan fisik,” kata Shavitri dihubungi, Kamis (12/3/2026).
Gedung yang dirancang memiliki empat lantai tersebut diperkirakan menelan biaya investasi mencapai Rp30 miliar. Shavitri menegaskan bahwa usulan anggaran tersebut telah diajukan secara resmi kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman agar dapat segera masuk dalam siklus penganggaran daerah.
Kepala Bappeda Sleman, Nur Fitri Handayani, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima draf usulan pembangunan sarana literasi tersebut.
Proses pembahasan intensif bahkan sudah dimulai sejak Rabu (11/3) lalu, meskipun hasil akhir dari diskusi anggaran tersebut masih menunggu keputusan lebih lanjut.
Di sisi lain, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyatakan bahwa realisasi pembangunan fisik pada 2027 masih sangat bergantung pada kondisi kesehatan fiskal daerah.
Pemerintah pusat dan daerah kini tengah menimbang matang-matang prioritas belanja modal agar tidak mengganggu program kerja yang sudah berjalan.
“DED memang sudah ada, tapi kami perlu melihat juga kemampuan keuangan daerah. Kalau benar mampu, ya oke [dibangun tahun depan],” kata Harda.
Tantangan utama dalam percepatan proyek ini adalah fokus Pemkab Sleman yang saat ini tengah memprioritaskan penyelesaian pembangunan gedung baru RSUD Sleman.
Kendati demikian, Harda memberikan jaminan bahwa sektor pendidikan dan literasi tidak akan dikesampingkan dalam peta jalan pembangunan daerah ke depan.
Sebagai wilayah yang dikenal sebagai poros pendidikan di DIY, ketersediaan fasilitas penunjang seperti perpustakaan modern dianggap sebagai kebutuhan mendesak.
Komitmen pembiayaan akan diupayakan secara maksimal dengan tetap mengedepankan prinsip skala prioritas yang ketat agar pembangunan infrastruktur dapat dirasakan manfaatnya secara luas.
“Kalau DED Perpusda Sleman sudah jadi, berarti persoalan literasi penting. Saya akan mengupayakan pembiayaan semua program. Kalau uang terbatas, ya skala prioritas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































