Jumali Selasa, 28 Juli 2026 10:47 WIB

Ilustrasi bioskop./Solopos-Burhan Aris Nugraha
Harianjogja.com, JOGJA—Persaingan film musim panas di China memasuki fase yang semakin menarik. Setelah beberapa pekan dikuasai produksi lokal, kini dua film Hollywood berskala besar siap memasuki arena dan mencoba menggeser dominasi yang telah dibangun film-film domestik.
Film lokal Kung Fu Soccer masih menjadi penguasa box office China hingga pekan ketiga penayangannya. Kesuksesan film tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong pendapatan industri bioskop China selama musim panas 2026 melonjak signifikan dibandingkan tahun lalu.
Data terbaru menunjukkan total pendapatan box office musim panas di China telah mencapai sekitar 5,8 miliar yuan atau setara Rp15,48 triliun hingga Senin (27/7/2026). Angka tersebut meningkat lebih dari 1 miliar yuan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Selain Kung Fu Soccer, sejumlah film lokal lain seperti animasi All Wishes Come True dan drama Dear You juga masih mampu menarik minat penonton. Kuatnya performa film domestik memperlihatkan bahwa pasar China kini semakin percaya diri terhadap produksi dalam negeri.
Namun, dominasi tersebut akan segera menghadapi ujian besar.
Film Spider-Man: Brand New Day dijadwalkan tayang di China mulai Rabu (29/7/2026), bahkan lebih awal dibandingkan jadwal rilisnya di Amerika Utara. Kehadiran film yang dibintangi Tom Holland dan Zendaya ini menjadi salah satu momen yang paling dinantikan penggemar film superhero.
Antusiasme publik terlihat dari penjualan tiket awal yang cukup tinggi. Pendapatan dari pra-penjualan dan pemutaran awal dikabarkan telah menembus 70 juta yuan atau sekitar Rp186,9 miliar.
Platform penjualan tiket Maoyan bahkan memproyeksikan pendapatan hari pertama Spider-Man: Brand New Day berpotensi melampaui 200 juta yuan atau sekitar Rp534,1 miliar. Jika proyeksi tersebut tercapai, film terbaru Marvel itu berpeluang menjadi pesaing serius bagi Kung Fu Soccer .
Tidak hanya Spider-Man, pasar China juga akan kedatangan film epik garapan Christopher Nolan berjudul The Odyssey. Film tersebut dijadwalkan tayang pada 14 Agustus 2026 dan menjadi salah satu rilisan Hollywood yang paling dinanti tahun ini.
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai jalan yang harus ditempuh The Odyssey tidak akan mudah. Latar cerita yang mengangkat mitologi Yunani dianggap memiliki tantangan tersendiri untuk menjangkau sebagian penonton China yang lebih akrab dengan kisah dan budaya lokal.
Selain itu, skor awal film tersebut di platform ulasan Douban berada di angka 8,2 dari 10. Nilai tersebut tergolong tinggi, tetapi masih berada di bawah beberapa film Christopher Nolan yang lebih dahulu sukses di pasar internasional.
Persaingan semakin ketat karena musim panas 2026 menjadi salah satu periode tersibuk bagi industri perfilman China. Lebih dari 120 judul film dari berbagai genre bersaing memperebutkan perhatian penonton.
Ketatnya kompetisi bahkan membuat beberapa film lokal harus menyesuaikan strategi distribusi. Film animasi Three Kingdoms: The Beginning dan film fiksi ilmiah The Decisive Moment dilaporkan sempat ditarik sementara dari peredaran karena kesulitan bersaing dengan judul-judul yang lebih kuat.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa pasar film China kini semakin matang dan kompetitif. Kehadiran nama besar seperti Spider-Man dan Christopher Nolan memang masih memiliki daya tarik kuat, tetapi dominasi film lokal membuktikan bahwa penonton China semakin selektif dalam menentukan pilihan hiburan mereka.
Kini perhatian industri tertuju pada apakah Spider-Man: Brand New Day dan The Odyssey mampu mematahkan dominasi *Kung Fu Soccer*, atau justru film lokal kembali mempertahankan takhtanya di pasar bioskop terbesar kedua di dunia tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































