Harianjogja.com, JAKARTA—Menjelang musim mudik Lebaran, banyak masyarakat yang mulai mempersiapkan perlengkapan perjalanan dan meninggalkan kendaraan mereka di rumah untuk waktu yang cukup lama.
Bagi para pengguna motor listrik, terdapat sejumlah protokol khusus yang wajib diperhatikan guna menjamin unit tetap aman serta dalam kondisi teknis yang optimal saat nantinya kembali digunakan.
Langkah preventif ini sangat penting mengingat sistem penyimpanan daya pada kendaraan elektrik memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan motor konvensional.
Head of Group Product EV 2-Wheels Polytron, Ilman Fachrian Fadly, mengungkapkan bahwa teknologi pada motor listrik sebenarnya sudah dirancang untuk memudahkan pemantauan kondisi kendaraan secara jarak jauh.
Melalui beberapa persiapan sederhana sebelum keberangkatan, pemilik dapat memastikan keamanan aset sekaligus kesiapan unit untuk dipacu kembali selepas liburan. Berikut adalah panduan lengkap merawat motor listrik saat ditinggal mudik sebagaimana dirangkum dari rilis pers resmi pada Rabu (11/3/2026):
Pengaturan Arus Listrik dan Baterai
Salah satu hal yang sering menjadi pertanyaan adalah perlukah mematikan saklar Mini Circuit Breaker (MCB) saat motor ditinggal bepergian. Jika durasi mudik hanya berkisar antara satu hingga dua minggu, pengguna disarankan untuk tetap membiarkan MCB dalam posisi aktif.
Dengan sistem yang tetap menyala, fitur pelacak posisi kendaraan melalui sinyal GPS pada aplikasi tetap berfungsi sehingga memudahkan pengecekan keamanan dari lokasi mana pun. Sebagai informasi, MCB berfungsi sebagai pemutus arus otomatis jika terjadi hubungan arus pendek atau korsleting guna melindungi dinamo dan baterai.
Terkait kondisi daya, pengisian baterai sebaiknya dilakukan hingga mencapai angka sekitar 50 persen dari total kapasitas maksimal.
Kondisi pengisian setengah penuh ini diklaim sebagai titik paling ideal untuk menjaga kesehatan sel baterai selama periode kendaraan tidak aktif beroperasi.
Hindari meninggalkan baterai dalam kondisi kosong total (0%) atau penuh 100% dalam waktu lama untuk mencegah penurunan kualitas daya simpan di masa mendatang.
Kestabilan Posisi Fisik Kendaraan
Aspek teknis lainnya yang kerap diabaikan adalah posisi parkir, di mana penggunaan standar tengah sangat diwajibkan untuk menjamin stabilitas kendaraan.
Dengan memarkir motor dalam posisi tegak dan seimbang, risiko unit terjatuh akibat guncangan atau faktor eksternal dapat diminimalisasi secara signifikan. Selain itu, standar tengah berfungsi untuk mendistribusikan beban secara merata sehingga tidak memberikan tekanan berlebih pada suspensi dan salah satu sisi ban saja.
Sebelum mengunci rumah, pastikan pula untuk melakukan pemeriksaan pada tekanan udara ban agar tetap berada pada angka yang direkomendasikan pabrikan.
Menjaga tekanan ban pada kondisi ideal membantu mencegah kerusakan struktur karet ban akibat beban diam yang statis dalam durasi berminggu-minggu. Upaya ini memastikan kendaraan langsung siap digunakan untuk beraktivitas kembali tanpa kendala teknis setelah masa libur Lebaran berakhir.
Proteksi Keamanan Ganda
Mengingat rumah yang ditinggal pemudik sering menjadi sasaran kriminalitas, sistem pengamanan ekstra menjadi lapisan perlindungan yang tidak boleh terlewatkan. Penggunaan kunci ganda seperti kunci cakram atau rantai tambahan pada roda depan akan membuat pelaku pencurian berpikir dua kali karena membutuhkan usaha ekstra untuk membobolnya. Selain itu, pastikan fitur alarm pada sistem penguncian tanpa kunci (keyless) telah diaktifkan sepenuhnya guna memberikan peringatan dini apabila terdeteksi adanya gangguan atau percobaan akses ilegal pada unit motor listrik kesayangan Anda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara


















































