Sukan Makan Ikan? Awas, Ikan Tinggi Merkuri Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes

8 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah studi menemukan individu yang mengonsumsi ikan dengan kadar merkuri tinggi lebih rentan mengalami diabetes tipe2. Penelitian ini dilakukan oleh tim ilmuwan dari Japan Institute for Health Security (JIHS) dan National Institute for Environmental Studies, serta dipublikasikan dalam jurnal Clinical Nutrition.

Para peneliti mengumpulkan sampel darah dari 4.800 pekerja yang tidak menderita diabetes pada tahun 2008. Mereka kemudian memantau para partisipan, 90 persen di antaranya laki-laki, selama lima tahun.

Selama masa pemantauan, sebanyak 325 orang terdiagnosis diabetes tipe 2. Mereka kemudian dibandingkan dengan 611 individu yang tetap sehat.

Agar hasil akurat, kedua kelompok disusun berdasarkan kesamaan usia dan jenis kelamin, serta dianalisis dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti kebiasaan merokok, obesitas, tingkat aktivitas fisik, dan riwayat keluarga diabetes.

Para partisipan juga dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan kadar merkuri dalam darah mereka. Hasil analisis menunjukkan kelompok dengan kadar merkuri tertinggi memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami diabetes tipe 2 dibandingkan kelompok dengan kadar terendah.

"Menurut studi kami, mereka yang paling banyak makan ikan bermerkuri memiliki risiko hampir dua kali lebih tinggi mengalami diabetes, dibandingkan mereka yang memiliki konsentrasi terendah," kata peneliti Aoi Ito dilansir dari The Asahi Shimbun, Selasa (7/4/2026).

Peneliti menduga merkuri dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam memproduksi insulin, yaitu hormon yang berfungsi mengatur kadar gula dalam darah. Gangguan ini diyakini menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya diabetes.

Untuk itu, peneliti menekankan pentingnya mengurangi paparan merkuri tanpa harus meninggalkan kebiasaan mengonsumsi ikan. "Upaya dan strategi untuk meminimalkan asupan merkuri sebanyak mungkin penting dilakukan sambil tetap mempertahankan konsumsi ikan," kata Aoi Ito.

Beberapa jenis ikan seperti ikan todak, splendid alfonsino, dan tuna sirip biru memiliki kandungan merkuri yang relatif tinggi. Sementara itu, ikan seperti cakalang, salmon, kembung, dan makarel cenderung memiliki kadar merkuri yang lebih rendah.

Mengacu pada standar dari Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), seseorang dengan berat badan 60 kilogram disarankan untuk membatasi konsumsi ikan todak hingga maksimal 140 gram per pekan.

"Konsumsi ikan tetap penting karena memiliki banyak manfaat kesehatan seperti kaya protein, asam lemak yang baik untuk pembuluh darah dan otak, serta vitamin D yang penting bagi kesehatan tulang," kata peneliti.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|