Jumali Selasa, 28 Juli 2026 08:47 WIB
Harianjogja.com, JOGJA—Jaguar Land Rover (JLR) resmi mengakhiri perjalanan salah satu model terpentingnya. Land Rover Discovery Sport dipastikan akan berhenti diproduksi pada Desember 2026 setelah menjalani masa edar lebih dari 11 tahun sejak pertama kali diperkenalkan pada 2015.
Keputusan tersebut menutup babak panjang SUV kompak yang sempat menjadi tulang punggung penjualan Land Rover di berbagai pasar dunia. Discovery Sport bahkan pernah menjadi model terlaris JLR dengan penjualan global lebih dari 122.000 unit pada 2016.
Juru bicara JLR menjelaskan penghentian produksi dilakukan sebagai bagian dari siklus hidup normal produk. Meski demikian, sejumlah laporan industri menyebut perubahan regulasi keselamatan terbaru di Uni Eropa turut mempercepat berakhirnya karier Discovery Sport.
Terbentur Regulasi Keselamatan Baru Eropa
Saat ini Discovery Sport masih dapat dikonfigurasi dan dipesan di Inggris. Namun, model tersebut sudah tidak lagi tersedia untuk pemesanan pabrik di sejumlah negara Eropa seperti Prancis, Jerman, dan Spanyol.
Kondisi itu bertepatan dengan penerapan General Safety Regulation 2 (GSR2), aturan keselamatan terbaru Uni Eropa yang mewajibkan berbagai teknologi keselamatan modern pada kendaraan baru. Discovery Sport diketahui tidak dilengkapi sejumlah fitur yang diwajibkan regulasi tersebut.
Alih-alih menginvestasikan dana besar untuk memodernisasi model yang sudah berusia lebih dari satu dekade, JLR memilih mengakhiri produksinya. Langkah serupa sebelumnya juga dilakukan Porsche terhadap Macan bermesin pembakaran internal di pasar Eropa.
Dari Bintang Penjualan Menjadi Model Terlemah
Discovery Sport pertama kali hadir sebagai penerus Freelander dan langsung mendapat sambutan positif pasar. Pada tahun penuh pertamanya, SUV ini menjelma menjadi model terlaris Land Rover dengan penjualan global menembus 122.000 unit.
Untuk mempertahankan daya saing, JLR melakukan pembaruan besar pada 2019 dan 2020 melalui platform baru serta interior yang lebih modern. Namun, perubahan tersebut tidak mampu menghentikan penurunan permintaan pasar yang terus berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2025, volume penjualan Discovery Sport dilaporkan tinggal kurang dari sepersepuluh dibandingkan pencapaian puncaknya pada 2016. Bahkan model ini menjadi kendaraan dengan penjualan terendah di seluruh lini produk JLR.
Digantikan Range Rover GT dan Defender Sport
Berakhirnya Discovery Sport juga berkaitan dengan transformasi besar fasilitas produksi JLR di Halewood, Inggris. Kapasitas produksi yang ditinggalkan model ini akan digunakan untuk memproduksi Range Rover GT, grand tourer listrik pertama dalam sejarah merek Range Rover yang dibangun di atas platform EMA terbaru milik JLR.
Sementara itu, masa depan segmen SUV kompak Land Rover diperkirakan akan diisi oleh Defender Sport yang dijadwalkan meluncur pada 2027. Model tersebut disebut memiliki ukuran dan posisi pasar yang mirip dengan Discovery Sport maupun Range Rover Evoque.
Meski belum ada konfirmasi resmi bahwa Defender Sport akan menjadi pengganti langsung Discovery Sport, sejumlah laporan industri menyebut model baru tersebut berpotensi mengambil peran sebagai SUV volume utama Land Rover pada masa depan.
Penghentian Discovery Sport menjadi simbol perubahan besar yang sedang dijalankan JLR. Fokus perusahaan kini bergeser ke kendaraan listrik generasi baru dan model-model premium dengan teknologi yang lebih modern, sekaligus menandai berakhirnya salah satu SUV yang pernah menjadi andalan penjualan Land Rover selama lebih dari satu dekade.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































