Indramayu, CNBC Indonesia - Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat selama ini rupanya tidak hanya mengandalkan impor. Pasalnya, salah satu penopang utama kebutuhan energi di kawasan tersebut berasal dari Kilang Balongan milik PT Pertamina (Persero) di Indramayu, Jawa Barat.
Hal ini juga ditegaskan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman saat melakukan kunjungan kerja ke Kilang Balongan, Kamis (12/3/2026). Adapun, kunjungan tersebut ditujukan guna memastikan kesiapan Kilang Balongan dalam mendukung pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026.
Menurut Laode, berdasarkan laporan dari Pertamina, kondisi pasokan energi hingga periode RAFI dalam keadaan aman. Pasokan BBM, LPG, maupun minyak mentah dipastikan tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Tadi kami sudah disampaikan laporan dari Pertamina bahwa kondisi sampai dengan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan kita baik itu untuk BBM, LPG, Crude, semuanya dapat tersedia dengan baik," kata Laode ditemui di kawasan Kilang Balongan, dikutip Jumat (13/3/2026).
Berdasarkan data historis dan proyeksi selama 9 Maret - 1 April 2026, di wilayah Jawa Bagian Barat bahan bakar jenis bensin (gasoline) diperkirakan akan mengalami kenaikan permintaan sebesar 9,6% akibat mobilitas kendaraan pribadi yang bertambah saat mudik, begitu pula dengan permintaan avtur diperkirakan naik tipis sebesar 0,5%.
Permintaan LPG juga diperkirakan meningkat 2,86% dikarenakan aktivitas rumah tangga selama bulan Ramadan. Permintaan BBM industri mengalami kenaikan 7,9%. Sementara permintaan Solar diperkirakan mengalami penurunan 27,3% karena pembatasan operasional kendaraan logistik selama periode arus mudik dan arus balik.
Lantas, seperti apa gambaran produksi dari Kilang Balongan?
Refinery Unit (RU) VI Balongan sendiri memiliki kapasitas pengolahan minyak sebesar 150 ribu barel stream per day (MBSD). Kilang Balongan juga memiliki Nelson Complexity Index (NCI) 11,9, atau sebagai unit pengolahan minyak mentah dengan kompleksitas tertinggi di Indonesia.
Sebagian besar atau 82% Produk Kilang Balongan didistribusikan ke wilayah Jakarta dan Jawa Barat untuk Integrated Terminal Balongan, Fuel Terminal Cikampek dan Integrated Terminal Jakarta (Plumpang). Adapun distribusi ke wilayah lainnya sebanyak 12% dan Ekspor Decant Oil ke Singapura sebesar 6%.
"Produk dari kilang Balongan ini dikirim melalui pipeline langsung ke Depo Plumpang. Jadi langsung dikirim ke sana, jadi posisinya sangat strategis untuk memenuhi kebutuhan BBM di wilayah Jawa Bagian Barat sampai dengan DKI. Seperti itu," ujar Laode.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, Kilang Balongan merupakan kilang BBM terbesar keempat di Indonesia dengan kapasitas 150.000 barel per hari (bph).
Adapun kilang minyak dengan kapasitas terbesar saat ini yaitu Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang berkapasitas 360.000 barel per hari (bph), kemudian Kilang Cilacap yang memiliki kapasitas pengolahan minyak mentah sebesar 348.000 bph, dan Kilang Dumai di Riau sebesar 170.000 bph.
Total kapasitas kilang minyak di RI saat ini tercatat mencapai 1,28 juta bph.
(wia)
Addsource on Google















































