
Warga Tegalrejo berfoto bersama setelah penyelenggaraan Tedhak Sinten di wilayah Tegalrejo pada Senin (27/7/2026). Harian Jogja-Stefani Yulindriani)
Harianjogja.com, JOGJA— Kelurahan Tegalrejo menggelar Tasyakuran Tedhak Siten sebagai upaya melestarikan tradisi dan budaya Jawa sekaligus memperkenalkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda melalui prosesi adat yang sarat makna.
Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar uri-uri budaya Jawa agar warisan budaya leluhur tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang di tengah perkembangan zaman.
Mantri Pamong Praja Kemantren Tegalrejo, Antariksa Agus Purnama, mengatakan pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, tradisi Tedhak Siten menjadi media untuk menanamkan berbagai nilai kehidupan kepada generasi muda.
"Budaya adalah identitas yang harus terus dijaga. Melalui kegiatan Tedhak Siten ini, kita tidak hanya melestarikan sebuah tradisi, tetapi juga mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus agar budaya Jawa tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat," ujarnya, Senin (27/7/2026).
Ia menjelaskan, tradisi Tedhak Siten mengajarkan berbagai nilai penting, mulai dari rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, semangat kebersamaan, gotong royong, penghormatan kepada orang tua, hingga kecintaan terhadap budaya bangsa.
Antariksa berharap semangat uri-uri budaya Jawa terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga warisan budaya leluhur tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Melalui prosesi adat tersebut, masyarakat juga diharapkan dapat memahami filosofi yang terkandung dalam setiap tahapan ritual sebagai ungkapan rasa syukur atas tumbuh kembang seorang anak sekaligus sebagai pengingat pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Jawa.
Prosesi Tedhak Siten diawali dengan ritual menginjak jadah berwarna-warni yang melambangkan perjalanan hidup manusia yang penuh tantangan dan dinamika.
Selanjutnya, anak menaiki tangga yang terbuat dari tebu sebagai simbol semangat dan tekad dalam meraih cita-cita.
Rangkaian prosesi kemudian dilanjutkan dengan memasuki kurungan yang berisi berbagai benda. Tradisi ini melambangkan pilihan jalan hidup dan profesi yang kelak akan dijalani sang anak.
Seluruh rangkaian prosesi berlangsung khidmat dan menjadi daya tarik bagi masyarakat yang hadir untuk menyaksikan salah satu tradisi budaya Jawa yang masih lestari di Kelurahan Tegalrejo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online
















































