Teguhkan Dakwah Aisyiyah Menjaga Kesalehan Ekologis

6 hours ago 5

Yogyakarta – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Yogyakarta menyelenggarakan Pengajian Ramadhan 1447 Hijriah bertema “Gerakan Dakwah ‘Aisyiyah Menjaga Kesalehan Ekologis” pada Sabtu (14/3/2026) di Auditorium Lantai 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh jamaah dari berbagai unsur Pimpinan Cabang dan Ranting ‘Aisyiyah se-Kota Yogyakarta.

Acara dimulai pukul 08.45 WIB dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh Qori Ayuk Novian Putri, S.Psi yang melantunkan QS. Al-Baqarah ayat 183–187. Selanjutnya para jamaah bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars ‘Aisyiyah yang dipandu oleh Dra. Ellyzia Nur.

Ketua PDA Kota Yogyakarta, Rowiyah, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Pengajian Ramadhan serta mengapresiasi kehadiran jamaah yang terus menjaga semangat dakwah melalui kegiatan keagamaan dan penguatan ukhuwah.

Pengajian Ramadhan ini menjadi ruang penguatan keimanan sekaligus refleksi bahwa menjaga lingkungan hidup merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan dan kemanusiaan kita bersama,” ujarnya.

Acara inti dipandu oleh moderator Feni Dwi Handayani selaku Sekretaris PDA Kota Yogyakarta dengan menghadirkan dua narasumber dari Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah.

Narasumber pertama, Lailatis Syarifah, Lc., M.Ag. dari Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, menyampaikan materi bertajuk “Membangun Lingkungan Berkeadaban”. Ia menjelaskan bahwa krisis lingkungan yang terjadi saat ini merupakan persoalan global yang mencakup kerusakan tanah, pencemaran air, serta perubahan iklim sehingga menuntut kesadaran kolektif umat manusia untuk menjaga kelestarian bumi.

Menurutnya, dalam perspektif Islam, lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang yang menopang keberlangsungan kehidupan dan keseimbangan ekosistem. Karena itu, menjaga lingkungan bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

Menjaga lingkungan hidup bukan sekadar urusan sosial atau pembangunan, tetapi merupakan bagian dari ibadah. Islam menempatkan manusia sebagai khalifah di bumi yang memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk menjaga keseimbangan alam,” ujar Lailatis.

Ia menambahkan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini banyak disebabkan oleh kesalahan manusia dalam menjalankan amanah sebagai khalifah di bumi.

Krisis ekologis yang kita hadapi saat ini menunjukkan bahwa manusia sering kali gagal menjalankan amanahnya sebagai penjaga bumi. Karena itu, kesalehan ekologis harus menjadi bagian dari kesalehan seorang Muslim,” tegasnya.

Sementara itu, narasumber kedua, Hening Parlan, M.A., Wakil Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, menyampaikan materi bertajuk “EcoJihad: Merawat Bumi Menjaga Kesalehan Ekologi dengan Aksi Berdampak”.

Ia menjelaskan bahwa gerakan lingkungan dalam ‘Aisyiyah berkembang melalui berbagai program seperti Green ‘Aisyiyah, yang mengajak kader dan masyarakat untuk melakukan aksi nyata dalam menjaga lingkungan sebagai bagian dari dakwah berkemajuan.

Program tersebut mencakup berbagai inisiatif seperti penanaman pohon, pengelolaan sampah melalui konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), penguatan sekolah ramah lingkungan, hingga pengembangan energi bersih dan efisiensi energi di Amal Usaha Muhammadiyah.

EcoJihad adalah ajakan untuk bersungguh-sungguh merawat bumi. Jihad ekologis berarti melawan kerusakan lingkungan dan menghadirkan aksi nyata untuk memulihkan alam sebagai bagian dari ibadah,” jelas Hening Parlan.

Ia juga menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam gerakan pelestarian lingkungan.

Perempuan memiliki peran strategis sebagai penjaga bumi. Dari rumah tangga hingga komunitas, perempuan dapat menjadi motor penggerak perubahan menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan,” tambahnya.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah peserta menyampaikan berbagai pengalaman terkait gerakan menjaga lingkungan di tingkat cabang dan komunitas. Salah satu peserta menekankan bahwa gerakan menjaga lingkungan tidak harus dilakukan oleh majelis tertentu, tetapi dapat melibatkan seluruh lini kegiatan ‘Aisyiyah melalui kerja sama lintas majelis.

Menanggapi hal tersebut, Hening Parlan menjelaskan bahwa ‘Aisyiyah telah mengembangkan berbagai pelatihan bagi mubalighot lingkungan serta membuka ruang kolaborasi bagi cabang dan ranting untuk menghadirkan program edukasi lingkungan sesuai kebutuhan masyarakat.

Pengajian Ramadhan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan bahwa dakwah ‘Aisyiyah tidak hanya memperkuat spiritualitas umat, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Jika iman kita kuat, maka kepedulian terhadap bumi juga harus kuat. Merawat bumi berarti menjaga kehidupan, dan itu adalah bagian dari amanah Allah kepada manusia,” pungkas Hening Parlan.

Melalui kegiatan ini, PDA Kota Yogyakarta berharap kesadaran ekologis semakin tumbuh di kalangan warga ‘Aisyiyah sehingga gerakan dakwah yang dilakukan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kelestarian lingkungan dan keberlanjutan kehidupan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|