Terang-Terangan Klaim Al-Aqsa Sudah Mereka Kuasai, Ini 5 Fakta Penyerbuan Oleh Yahudi Ekstrem

2 hours ago 1

Politikus sayap kanan Israel Itamar ben Gvir menerobos Kompleks Masjid al-Aqsa, Kamis (14/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM—Masjid Al-Aqsa pada Kamis hari ini menyaksikan gelombang besar penyerbuan ke halaman-halamannya oleh para pemukim Israel.

Penyerbuan tersebut disertai pelaksanaan ritual Talmud, tarian-tarian provokatif, dan slogan-slogan bernada rasis, dengan keterlibatan sejumlah menteri Israel, anggota Knesset, serta rabi-rabi ekstremis, menjelang dimulainya Pawai Bendera.

Peristiwa itu berlangsung bertepatan dengan apa yang oleh Israel disebut sebagai “Hari Penyatuan Yerusalem”, yakni peringatan atas pendudukan Yerusalem Timur pada tahun 1967 menurut kalender Ibrani.

Rangkaian kegiatan tersebut—yang diamankan dengan menjadikan kota suci Yerusalem seperti barak militer oleh pasukan pendudukan Israel—terjadi sehari sebelum peringatan Nakba Palestina 1948 yang jatuh pada Jumat.

Berbagai organisasi dan kelompok pemukim memanfaatkan momentum itu untuk menggalang penyerbuan baru ke Al-Aqsa pada Jumat pagi, untuk pertama kalinya sejak pendudukan Yerusalem hampir enam dekade lalu.

Kondisi ini mendorong para pengamat Palestina menyebutnya sebagai Jumat paling berbahaya, karena dinilai membawa upaya serius Israel untuk memaksakan realitas baru yang semakin mengarah pada proses “Yudaisasi” Yerusalem dan mengancam status historis yang berlaku di Masjid Al-Aqsa.

Berikut ini kejadian menonjol terkait dengan penyerbuan Masjid Al-Aqsa Kamis kemarin, sebagaimana dilansir Aljazeera, Jumat (15/5/2026).

Pertama, Menteri Smotrich di pawai bendera

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|