Terdampak Tol Jogja-Solo, SDN Nglarang Sleman Segera Dibangun

4 hours ago 2

Terdampak Tol Jogja-Solo, SDN Nglarang Sleman Segera Dibangun

Potret bangunan SDN Nglarang yang terdampak Tol Jogja-Solo mulai dibongkar. Pada Rabu (29/4/2026) nampak beberapa bagian ruangan telah dirobohkan./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati.

Harianjogja.com, SLEMAN — Proses relokasi SDN Nglarang di Kecamatan Mlati mulai memasuki tahap awal. Dinas Pendidikan Sleman memastikan pekerjaan pengurukan lahan untuk pembangunan sekolah baru akan dimulai pada akhir Mei 2026 dan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar lima bulan.

Langkah ini menjadi bagian penting dari relokasi sekolah yang terdampak proyek pembangunan Tol Jogja–Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo–Junction Sleman. Sebelumnya, sejumlah bangunan SDN Nglarang harus dibongkar karena masuk dalam area proyek strategis nasional tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Mustadi, menjelaskan bahwa pengurukan lahan merupakan tahapan awal sebelum pembangunan fisik gedung sekolah dimulai.

"Rapat di Setda itu menginformasikan tahapan awal, tentang penjadwalan pengurukan tanah," terang Mustadi, Senin (25/5/2026)

Butuh 6.000 Meter Kubik Timbunan

Lahan relokasi SDN Nglarang memiliki luas sekitar 3.948 meter persegi dan membutuhkan material timbunan hingga 6.000 meter kubik. Proses ini melibatkan dua pihak utama, yakni PT Adhi Karya dan DPUPKP Sleman.

PT Adhi Karya akan mengerjakan penimbunan sebesar 2.500 meter kubik pada bulan Juni, sedangkan DPUPKP Sleman menangani 3.500 meter kubik mulai awal Juli hingga awal Agustus. Rata-rata tinggi timbunan diperkirakan mencapai 1,52 meter.

Setelah proses penimbunan selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pembangunan talud atau pasangan batu pada Agustus hingga September selama sekitar 45 hari. Tahap finishing dijadwalkan selesai akhir September, dengan serah terima pekerjaan direncanakan pada awal Oktober.

Siswa Tetap Belajar Meski Terdampak

Dampak proyek tol sebelumnya membuat tiga ruang kelas SDN Nglarang harus dirobohkan. Namun, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan penyesuaian.

Siswa kelas IV kini belajar di perpustakaan, sementara kelas V dan VI menggunakan aula sekolah. Dinas Pendidikan memastikan proses pembelajaran tetap kondusif dengan berbagai langkah mitigasi, termasuk penyediaan masker untuk mengantisipasi debu proyek.

"Sementara laporan-laporan baik dari Bu Kepala Sekolah maupun Pengawas atau Korwil ya, karena kita kan punya Korwil, Pengawas juga punya. Ya berjalan dengan baik, karena ya waktu itu sudah ada kesepakatan tentang pekerjaan yang dilakukan oleh teman-teman proyek," terangnya.

Tahapan Awal Sudah Dimulai

Sebelumnya, pihak kontraktor proyek tol juga telah menyelesaikan pematokan lahan untuk lokasi sekolah baru. Humas proyek, Agung Murhandjanto, menyebut proses ini melibatkan berbagai instansi, termasuk pemerintah daerah dan Badan Pertanahan Nasional.

"Alhamdulillah sudah ketemu titik-titiknya," ujarnya.

Setelah pematokan dan pemasangan saluran air menggunakan pipa beton (RCP), proses penimbunan lahan akan segera dimulai. Lokasi baru yang sebelumnya berupa kolam ikan juga telah melalui proses ganti rugi kepada pemilik.

Dengan dimulainya tahapan ini, pembangunan SDN Nglarang diharapkan dapat segera berlanjut ke tahap konstruksi fisik. Pemerintah dan pihak terkait menargetkan sekolah baru dapat segera digunakan agar aktivitas belajar siswa kembali optimal tanpa gangguan proyek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|