Personel TNI yang tergabung dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (Unifil) mengikuti upacara pemberangkatan menuju Lebanon.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tiga personel TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Satgas Yonmek) XXIII-S/Unifil, gugur saat menjalankan tugas. Mereka semua gugur dalam status sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (Unifil).
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI membenarkan insiden terbaru yang menimpa dua personel TNI di Lebanon.Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemenhan Brigjen Rico Ricardo Sirait menyebutkan, insiden itu terjadi ketika prajurit TNI sedang menjalankan misi perdamaian Unifil.
"Situasi keamanan di wilayah penugasan dilaporkan mengalami eskalasi dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, pada 29 Maret 2026, satu prajurit TNI gugur dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat dampak konflik yang terjadi di wilayah operasi," ucap Rico kepada Republika di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Menurut dia, perkembangan terbaru yang diterima pada Senin (30/3/2026), menunjukkan kembali terjadinya insiden di wilayah Lebanon selatan. Hal itu berdampak pada personel Satgas TNI yang sedang melaksanakan tugas pengawalan untuk mendukung kegiatan operasional Unifil, malah menjadi korban.
"Dalam insiden tersebut, dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka berat. Para prajurit yang mengalami luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut," kata Rico.

4 hours ago
2
















































