Top! Tetangga Muslim RI Akhirnya Pakai Nuklir, Mulai Isi Uranium

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Bangladesh secara resmi mulai memasukkan bahan bakar uranium ke dalam pembangkit listrik tenaga nuklir pertamanya pada Selasa, (28/04/2026). Langkah ini menjadi tahapan krusial bagi negara di kawasan Asia Selatan tersebut untuk mengoperasikan pembangkit berkapasitas 2.400 megawatt guna meredakan tekanan pada jaringan listrik nasional yang sudah sangat terbebani.

Mengutip Russia Today, pemerintah Bangladesh memproyeksikan bahwa ketika beroperasi penuh, pembangkit ini mampu memenuhi hingga 10% kebutuhan listrik bagi 170 juta penduduknya. Kehadiran energi nuklir ini menjadi tumpuan baru di tengah krisis energi yang sedang melanda negara tersebut.

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Rooppur ini telah dimulai sejak tahun 2017 dengan total investasi mencapai US$ 11 miliar (Rp 189,78 triliun). Pemerintah berharap produksi listrik awal sebesar 300 megawatt dapat mulai mengalir ke jaringan pada Agustus mendatang, sebelum mencapai produksi penuh secara bertahap pada akhir tahun 2027.

Petugas informasi ilmiah senior pembangkit tersebut, Saikat Ahmed, menjelaskan bahwa proses pengisian bahan bakar ini merupakan awal dari fase operasional fisik reaktor.

"Reaksi rantai fisi nuklir yang terkendali akan dimulai di inti reaktor setelah pemuatan bahan bakar selesai. Ini menandai dimulainya fase start-up fisik," ujar Ahmed kepada AFP.

Langkah ini dilakukan saat jaringan listrik di Bangladesh terus mengalami tekanan setiap tahunnya, terutama selama musim panas ketika penggunaan pendingin ruangan melonjak drastis. Kondisi ini semakin diperburuk oleh pembatasan energi akibat krisis global yang dipicu oleh perang di Timur Tengah.

Bangladesh sendiri sangat bergantung pada pasokan energi luar negeri, di mana 95% kebutuhan minyak dan gasnya didatangkan melalui impor. Gangguan pengiriman energi melalui Selat Hormuz sejak pecahnya perang pada akhir Februari lalu telah mendorong lonjakan biaya dan memicu kelangkaan pasokan yang serius di dalam negeri.

Menteri Sains dan Teknologi Bangladesh, Fakir Mahbub Anam, menyatakan optimisme bahwa pembangkit ini akan segera memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas energi nasional dalam waktu dekat.

"Diharapkan pembangkit listrik tersebut akan menyuplai sekitar 300 megawatt listrik ke jaringan pada bulan Agustus," tutur Anam.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa operasional pembangkit nuklir memerlukan ketelitian tinggi dan pengujian yang sangat ketat di setiap tahapannya. Profesor teknik nuklir di Universitas Dhaka, Shafiqul Islam, menekankan bahwa aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama sebelum produksi skala penuh dimulai.

"Ini adalah fase yang kompleks dan sensitif, dan setiap aspek keselamatan serta keamanan akan dievaluasi lebih lanjut sebelum produksi skala penuh," kata Islam.

(tps/tps)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|